Yusnan, sang pencipta Wabah (wayang limbah) di Grobogan

INSPIRASIANA

Penulis Joko Widodo ,Grobogan, inspirasiline.com 

Kalau kita dengar tentang Wabah, seperti saat ini, pasti banyak orang menolak, bahkan berusaha menjauhinya dan memusnahkannya, karena akan membuat manusia menderita. Tetapi wabah yang satu ini justru disenangi dan dikembangkan, bahkan orang nomor satu di Jateng pun tertarik akan hal ini.

Yah, benar inilah Wabah atau Wayang limbah, type wayang golek yg dibuat dari bahan limbah seperti bungkus plastik, botol plastik , kain dari sekitarnya.

Adalah Yusnan Iguna (31) pemuda asli Tegal yang sekarang menetap di Grobogan beralamatkan di Jl.Banyuono II no 28 Purwodadi Grobogan ini yang  menekuni pembuatan wayang limbah tersebut. Dia menceritetakan awal pembuatannya hingga mengundang perhatian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendatangi rumahnya. Yusnan kebetulan suka mendalang dan menekuni bidang ini, serta mengidolakan Ki Enthus dalang kondang Tegal yang sudah almarhum, awalnya dia membuat wayang golek dari bambu tetapi dalam memainkannya dirasa agak sedikit berat bebannya, sehingga lama lama dia berfikir ke arah pembuatan wayang golek yang lebih ringan sehingga terciptalah wayang golek dari botol plastik tersebut, hanya dengan peralatan sederhana yakni pisau silet, korek api, tanpa cat dan lem.”Saya hanya pakai pemanasan korek api saja, tanpa cat”katanya.

Kepada inspirasiline.com Yusnan menjelaskan dirinya ingin memajukan seni wayang di wilayah Grobogan, sebab menurut nya Purwodadi Grobogan merupakan pusatnya para dalang “Saya memang asli wong Tegal tetapi dalam.seni wayang saya ingin memajukan seni wayang di Grobogan” ungkapnya. Wayang limbah model Yusnan memang tercipta saat terjadinya wabah corona di tanah air, kebetulan sekali ide Yusnan muncul ketika Covid-19 tengah melanda negeri kita.

Ketika ditanya kenapa pak Ganjar Pranowo Gubernur Jateng bisa tahu dirinya, Yusnan mengatakan sebelum Ganjar Pranowo kunjung ke rumahnya di Purwodadi, dirinya sudah diorbitkan terlebih dulu oleh wartawan Tegal sehingga informasi tentang dirinya sampai kepada orang nomor satu Jateng itu. Ganjar datang ke rumah Yusnan saat dia meresmikan BRT Trans Jateng Semarang-Grobogan beberapa hari yang lalu. Ganjar sempat membeli wabah produk Yusnan “Pak Gub juga sempat membeli wabah saya dengan figur Ki Enthus dengan harga Rp.1 juta” kata Yusnan.

baca juga:  Berpakaian ala Proklamator, Bupati Dico M Ganinduto Bagikan Sembako Nelayan

Menurut Yusnan, sang pembuat wayang limbah, satu wabah dia hargai Rp. 300 ribu – Rp.500 ribu, tetapi tergantung kesulitannya. Wabah yang sulit bisa Rp 1 juta lebih, misalnya wayang dengan karakter Ganjar Pranowo, Presiden Joko Widodo, Prabowo dan sebagainya.

Kini dirinya tidak mau kalau hanya menerima pesanan saja, tetapi inginnya produk wayang limbah benar benar diadopsi Pemkab Grobogan untuk pengembangannya demi kemajuan budaya kesenian wayang di daerah ini. “Saya ingin ada kolaborasi, yang ngumpulin limbah plastik sendiri, produsennya ada sendiri dan pemasarannya ada yang urus dan menurut saya Pemkab Grobogan bisa melakukan aktualisasi tentang wayang limbah ini” pintanya.

Wayang limbah plastik ini baru pertama ada di Grobogan lewat tangan Yusnan. Dia mempunyai prinsip tidak mau membeli bahan plastik untuk bahan wayang, karena akan menghasilkan limbah plastik baru, tetapi dirinya selalu memanfaatkan limbah plastik yang ada disekitar rumah sehingga akan mengurangi polusi lingkungan.

Sampai saat ini dirinya sering mendapatkan pesanan pembuatan wayang berkaraker yang tentu saja mempunyai kesulitan cukup tinggi. (Jokowi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *