Sragen-Inspirasiline.com. Banyaknya komplain dan sorotan terkait pelaksanaan ujian tertulis seleksi perangkat desa (Perdes) di Kabupaten Sragen yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), membuat pihak kampus angkat bicara.
Humas UMS, Budi Santoso mengatakan terkait tudingan kemunculan tanda atau kode tertentu pada soal ujian CAT, hal itu dinilai sangat tidak mungkin.
Budi Santoso menyebut untuk kepentingan ujian melalui CBT, termasuk pada seleksi Perdes, UMS memiliki bank soal yang jumlahnya ribuan soal
Menurutnya sangat tidak logis ketika menandai atau memberi kode pada ribuan soal tersebut. Selain itu, metode soalnya juga diacak sehingga antara soal yang dikerjakan satu peserta dengan peserta lain tidak akan mungkin sama.
“Kalau ada peserta yang bilang ada kode atau tanda di opsi soal, saya rasa kok sangat tidak mungkin dan itu tidak logis. Bagaimana mungkin menandai ribuan soal seperti itu,” Ungkap Budi Santoso kepada Inspirasiline.com Senin (13/12/2021).
Meski jumlahnya ribuan dan sistemnya acak, bobot soalnya dipastikan setara.
Budi Santoso menyampaikan UMS tetap akan bertindak secara profesional dan memegang teguh apa yang diamanahkan dari panitia dalam melaksanakan ujian seleksi Perdes.
“Saya pikir UMS tetap bertindak profesional dalam menjalankan tes ini. Enggak mungkin memihak peserta tertentu, apalagi melakukan karantina peserta. Itu jelas enggak mungkin,” urai Budi Santoso tegas
Pernyataan itu dilontarkan menyikapi komplain dari sejumlah peserta seleksi Perdes di Wilayah Kabupaten Sragen Salah satunya di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, yang menilai ada kejanggalan terkait nilai ujian tertulis
Kecurigaan mereka dikarenakan empat calon terpilih sama-sama memiliki nilai ujian tertulis sangat tinggi jauh di atas peserta lainnya. Padahal, tiga calon terpilih itu hanya berijazah SMA dan satu lainnya yakni anak Pak Kades, berijazah D3.
Nilai mereka yang mencapai 79, 81,82 dan 83, dinilai tidak wajar sementara peserta lainnya yang berijazah sarjana dan ada pula S2 nilainya terpaut jauh di bawah.
Adik saya yang lulusan S1 UNS cumlaude tesnya tertulis dapat 78 itu bilang kalau tingkat kesulitan soalnya cukup tinggi. Hanya orang yang jenius yang bisa dapat nilai di atas 80 sampai 90. Tapi kenapa yang menang hanya lulusan SMA bisa dapat skor setinggi itu. Apalagi sebelum ujian, sudah beredar rumor kalau calon-calon tertentu sudah dikumpulkan dulu,” Ungkap Zaenal Arifin, salah satu kakak peserta seleksi Perdes. ( Sugimin/17)
