Sragen-Inspirasiline.com. Bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur terus mengalir. Aparatur sipir negara (ASN) Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Sragen berhasil menggalang dana Rp 450 juta
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dihubungi Inspirasiline.com Jumat (17/12/2021) mengatakan, bantuan untuk korban Semeru akan diserahkan pekan depan. Bantuan yang dikirim bukan makanan dan pakaian.
”Seperti yang disampaikan Bupati Lumajang, kalau pakaian bekas justru ada yang tak layak pakai dan jadi permasalahan baru,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan
Saat ini kata Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu ASN Sragen sudah mengumpulkan dana Rp 450 juta. Harapannya terus bertambah hingga sampai hari pengiriman. Soal kebutuhan para pengungsi dinilai paling tepat berupa bahan bangunan seperti semen dan uang.
Inspirasiline.com menerima informasi bahwa Polres Sragen Kamis (16/12/2021) kemarin mengirim dua truk mengangkut kebutuhan para pengungsi.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi yang dihubungi Inspirasiline.com melalui phoneselnya jum’at (17/12/2021) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim yang menanggulangi bencana di Lumajang, Jawa Timur. Sehingga menyesuaikan barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi. Dengan begitu bantuan dapat bermanfaat di lokasi bencana.
Polres juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat jika ingin menyalurkan bantuan. Dengan kolaborasi dengan Kodim 0725/Sragen hari ini Jum’at (17/12/2021) mengirim bantuan ke lokasi bencana hari. ”Jadi kami komunikasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) apa yang dibutuhkan di Lumajang,” Ungkap Kapolres AKBP Yuswanto Ardi
Kapolres AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, saat ini yang dikirim berupa pakaian dalam. Karena hasil komunikasi, di lokasi bencana dinilai kekurangan.
”Kami kirim pakaian dalam, pembalut wanita dan popok bayi. Ada juga alat-alat ibadah, hijab sarung, dan sajadah. Yang kami kirim pakaian baru semua,” ujarnya menegaskan
AKPB Yuswanto Ardi mengatakan, di lokasi bencana banyak yang mengirimkan pakaian bekas. Sayangnya sudah banyak yang tidak layak untuk dipakai. Sehingga justru menjadi sampah dan masalah baru. Sedangkan untuk relawan dari kepolisian yang ditempatkan di lokasi bencana dikoordinasi dari Polda Jawa Tengah. ( Sugimin/17)
