Peresmian SDN3 Nglinduk oleh Presiden Jokowi, Apakah Terkait Adanya Surat dari Seorang Guru kepada Presiden ??

NEWS

Grobogan, Inspirasiline.com

SDN 3 Nglinduk Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan belakangan  ini masih menjadi perbincangan publik, pasalnya kenapa SD yang masuk dalam sekolah pelosok tersebut menjadi perhatian besar Pemerintah pusat,  khususnya Presiden RI Joko Widodo. Sehingga SD tersebut diresmikan langsung penggunaannya oleh orang nomer satu di negeri ini.

Koordinator Wilayah bidang pendidikan Kecamatan (Korwilcam) Gabus Sunarto SPd, MM ketika ditemui Inspirasiline.com diruang kerjanya, Kamis (13/1/22) menjelaskan SDN3 Nglinduk yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden Jokowi tersebut merupakan SD yang mendapatkan prioritas pengusulan karena kondisinya yang memprihatinkan. Disamping selalu tergenang banjir dimusim hujan, karena berdekatan dengan alur sungai dan posisi sekolah tepat di kaki bukit Segorogunung, letak nya lebih rendah dari jalan sehingga bila hujan datang, air selalu menggenangi sekolah. “Pokoknya kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan , terutama kalau ada hujan , pasti air masuk sekolah” ucap Sunarto.

Dengan kondisi tersebut ia selaku pengawas SD yang disampiri tugas tambahan sebagai korwilcam, membuat usulan prioritas dengan DAK ( dana alokasi khusus) bidang pendidikan melalui jalur dinasnya. Sesuai waktu berjalan, dirinya tidak tahu lagi proses lanjutannya.Namun kabar terakhir yang diterimanya , sekolah tersebut akan dibangun langsung dari kementerian PUPR pusat.

SDN3 Nglinduk sebelum dibangun

Alhasil, pembangunan SDN3 Nglinduk terealisasi. Sekolah Dasar yang dibangun kementerian itu seluas 622 m2 dengan  menempati areal tanah seluas 3.231m2 rampung pembangunannya sekitar bulan Nopember 2020  dengan menelan dana hampir Rp.3,39 M. Tetapi karena masih masa pandemi, maka peresmiannya baru dilaksanakan bulan Desember 2021 yang lalu. Pj Kepala SDN3 Nglinduk Sri Hartati SPd menjelaskan SD yang dipimpinnya itu sangat bagus karena dilengkapi 7 ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah, perpustakaan, kantin dan UKS, toilet guru dan siswa, lapangan upacara dan tempat cuci tangan.

baca juga:  Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati Resmi Terbitkan Surat Edaran PSBB

Sedangkan kabar yang beredar saat peresmian oleh Presiden Jokowi, adalah  salah satu guru di sekolah tersebut yakni Wasti SPd  membuat surat kepada Presiden Jokowi agar orang nomer satu di Indonesia mau memperhatikan gedung sekolahnya yang kondisinya memprihatinkan itu. Alhasil melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  SDN3 Nglinduk dibangun. Namun ketika SD tersebut selesai dibangun, Wasti si pengusul tidak bisa menikmati hasilnya karena meninggal dunia terlebih dulu setelah sakit.

Terkait hal ini, Inspirasiline.com menemui Daryati SPd guru senior SDN3 Nglinduk, yang mengatakan setahu dia bu Wasti saat itu pernah didatangi jurnalis dari sebuah media terkenal dan foto sekolah sering di buat status di medsosnya ” Bu Wasti pernah bilang ke saya kalau berhasil usulannya nanti Sekolah kita akan diresmikan oleh pak Presiden, begitu kata bu Wasti”ungkap Daryati yang didampingi Pj Kepala SDN 3 Nglinduk Sri Hartati SPd.

Ketika ditanya apakah bu Wasti dulu pernah membuat surat kepada Bpk Presiden, Daryati tidak tahu menahu.

Sunarto SPd MM Korwil Pendidikan Kecamatan Gabus.

Terlepas dari membuat surat kepada presiden atau tidak, toh nyatanya sekolah tersebut mendapatkan pembangunan  dari Kementrian PUPR “Saya merasa senang dan bangga saat ini sudah berdiri megah bangunan SDN3 Nglinduk , terlebih daya bertemu muka langsung dengan bapak Presiden Jokowi” beber Sri Hartati, Kepala SDN1 Nglinduk yang merangkap SDN3 Nglinduk tersebut .

Sementara itu Korwilcam Gabus Sunarto menyebutkan diwilayahnya terdapat 43 SD, selain SDN3 Nglinduk yang saat ini sudah tertangani karena tadinya rusak berat, kini sedang diusulkan untuk SDN3 Kalipang yang rusak berat untuk  diperbaiki ” Rata rata gedung SD di wilayah kami sudah cukup baik kok, hanya beberapa saja yang rusak berat dan sedang tapi sudah saya usulkan adanya perbaikan” kata Sunarto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi yang telah sudi memperhatiksn salah satu SDN di wilayahnya.

baca juga:  Nenek Soebandijah, Janda 80 Tahun Di Blora Akhirnya Mendapat Vaksinasi

Terkait jumlah tenaga pengajar, Sunarto mengaku, diwilayahnya rata rata tiap SD hanya ada tenaga guru negeri 1 atau 2 orang saja, lainnya adalah guru P3K dan wiyata bakti.

Saat ini pembelajaran tatap muka di wilayah kecamatan Gabus sudah berjalan tetapi terbatas. Target vaksinasi covid-19 untuk anak sekolah sudah selesai semua ” Sekitar 98 persen anak SD di wilayah korcam Gabus sudah tervaksinasi semua ” pungkasnya. ( jokowidodo)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *