Rembang, Inspirasiline.com – Ratusan warga Desa Pasarbanggi, Kecamatan/Kabupaten Rembang, Sening (17/1/2022) menggelar aksi demo di komplek gudang PT Alfamart yang berlokasi di jalur Pantura desa setempat.
Warga yang terdiri para pemuda, orang tua, mak mak, anggota BPD, pengurus Bumdes dan sejumlah tokoh warga, menggelar spanduk dari kertas dan kardus serta melakukan orasi.

Yang isinya mereka menagih janji manajemen PT Alfamart soal pengelolaan limbah kardus. Semula manajemen Alfamart menjanjikan akan memberikan pengelolaan kardus ke Bumdes Pasarbanggi.
Dan janji itu akan dilaksanakan mulai Januari 2022 ini. Namun sampai saat ini, kardus itu tetap diberikan kepada vendor asal Kudus.

Aksi tersebut mendapat pengawalan dari puluhan petugas dari Polres Rembang yang di pimpin langsung Kabagops Kompol M Mansyur, hadir kuga Kasat Sabhara AKP Rochmat, Kapolsek Dan Danramil Rembang Kota AKP Sunarto dan Kapten Bardan.
Lima perwakilan warga antara lain Kades H Rasno, Ketua BPD Gunadi dan ketua Bumdes Mashudi sempat di terima pihak perwakilan PT Alfamart. Antara lain, Brank Manajer (BM) Cabang Rembang Kristanto dan Jamil mewakili Los Profesional Manajer I Made Pande Cakra yang masih di Jakarta.

Namun dalam pertemuan itu, tidak ada kwputusan atau titik temu karena baik Kristantoauoun Jamil tidak memiliki kewenangan memutuslan tuntutan warga.
“Maaf saya tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan tuntutan warga. Namun bukan berarti saya tidak membantu untuk memecahkan masalah ini. Saya terus berusaha melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam ini,” tutur Kristanto saat menanggapi tuntutan perwakilan warga yang di sampaikan Rasno, Gunadi dan Mashudi.
Pada kesempatan ini Kades Pasarbanggi Rasno sempat bersitegang dengan LP Manajemen PT Alfamart I Made Pande Cakra yang akrab di sebut Pande melalui telepon.
Dalam tanggapannya, Pande bersikukuh bahwa pihaknya hanya bisa mengakomodir keinginan warga atau Bumdes Pasarbanggi 50 persen dan vendor 50 persen. Atas keputusan Pande itu, ditolak oleh Rasno, karena sejak awal dan terakhir pada pertemuan 1 September 2021 Pande menjanjikan mulai tahun 2022 pengelolaan limbah kardus diserahkan ke Bumdes.
Warga langsung menolak keras hasil pertemuan. Tuntutan warga kukuh agar pengelolaan kardus di serahkan sepenuhnya ke warga (Bumdes), toh perusahaan juga tidaknrugi mengingat Bumdes juga ikut lelang alias beli.
Ini untuk memberi pekerjaan sebagian warga yang tidak melaut. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton,” tandas Rasno. (Yon Daryono)
