Jalan rusak parah selama 10 tahun belum diperbaiki

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Jalan penghubung antara Kabupaten Sragen dengan Kabupaten Grobogan sepanjang lebih kurang 4 kilometer( KM) rusak parah selama 10 tahun terakhir ini belum diperbaiki

 Tokoh Masyarakat  yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Dulur Ganjar Pranowo ( DGP) Kecamatan Tangen Sri Wahono yang ditemui Inspirasiline.com di Tangen Selasa (18/1/2022) mengatakan, jalan rusak parah tersebut dari Desa Denanyar, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen sampai Desa Bangsri, Kecamatan Geyer,  Kabupaten Grobogan.

“Hampir 10 tahun jalan itu rusak parah, sampai sekarang belum ada perbaikan dari pihak Pemerintah Kabupaten Sragen, karena jalan tersebut masuk wilayah Kabupaten Sragen” Ungkap Sri Wahono dengan nada kecewa

“Sudah 10 tahun rusak berat, banyak warga mengeluh karena sering terjadi kecelakaan saat melintas dijalan berlobang, tergenang air, sering pengendara motor jatuh terperosok kedalam lobang saat hujan turun dan menghambat roda perekonomian masyarakat desa ,saat  menjual hasil pertanian” .Ungkap warga Desa Denanyar Sunardi (47) menyambung ungkapan Sri Wahono

Kepala Desa Denanyar,Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen  Ruboko yang dihubungi Inspirasiline.com membenarkan, bahwa  jalan penghubung antara Kabupaten Sragen dengan Kabupaten Grobogan rusak.

Menurut  Ruboko, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Camat Tangen, namun hingga sekarang belum ada realisasi, sebenarnya pihak Pemerintah Desa Denanyar, sudah berupaya agar mendapatkan perhatian dari  Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sragen, namun belum ada tanggapan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum  ( DPU) Kabupaten Sragen, Marija  saat di konfirmasi menyampaikan bahwa jalan Desa Denanyar Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen sampai Desa Bangsri, Kecamatan Geyer, kabupaten Grobogan, akan dibangun pada tahun 2023, saat ini sedang di survei dan dihitung Rencana Anggaran Belanja ( RAB)nya

 “Tahun anggaran 2023 nanti, jalan tersebut akan dibangun” . Ungkap Marija singkat

Marija mengatakan, Anggaran Pembangunan Insprastruktur dua tahun terakhir ini, sebagian dialihkan untuk penanganan dan penanggulangan  covid 19.

” Namun demikian, semua proyek yang berskala prioritas tetap berjalan”. Ungkap Marija menambahkan  (Sugimin/17 )

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *