Rembang, Inspirasiline.com – Sedikitnya 25 desa di 5 kecamatan, di Kabupaten Rembang rentan dilanda kemiskinan ekstrim. Lima kecamatan itu adalah, Kragan, Sarang, Pamotan, Pancur dan Sumber.
Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro’ menyatakan, kemiskinan ekstrem menjadi konsen untuk diselesaikan tahun ini. Panglima perangnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DinsosPPKB) Kabupaten Rembang.
”Senin lalu kita bersama teman-teman. Dinsos PPKB, dan OPD – OPD lain bersama lima kecamatan sudah melakukan koordinasi. Dinsos akan menjadi panglima perang memerangi kemiskinan ekstrim,” tandas Gus Hanies.
OPD tersebut diberikan suntikan motivasi. Masalah itu harus diselesaikan tahun ini. Ini telah menjadi target bersama.
”Kemiskinan ekstrem pendapatan perkapita per harinya tidak sampai Rp 12 ribu. Jika dihitung sebulan sekira Rp 420 ribu,” teranganya.
Selain kemiskinan ektrem, banyak seputar disabilitas juga akan mendapat penanganan khusus. Terutama disabilitas berat dan terlantar, yang aelama ini belum bisa tertangani dengan baik. Rumah singgah untuk ODGJ belum optimal dan ”layak” untuk dimanfaatkan untuk merawat dan singgah.
Dalam hal ini Dinsos harus melibatkan banyak pihak. Ada dua Menteri dan satu badan, yakni Menteri Sosial, Perlindungan Anak dan Perempuan serta BKKBN. Maka semuanya harus kompak agar urusan bisa terpecahkan dengan baik.
”Harus ada kerjasama perusahaan, pengusaha terutama optimalisasi CSR, penanganan kemiskinan. Selain itu media massa juga penting, ujar Gus Hanies.
Kepala Dinsos PPKB Rembang, Subhan menyatakan, langkah riil penanganan kemiskinan ektrim OPD menyajikan data DTKS. Kemudian dilakukan verifikasi. Karena dari data Provinsi hampir tidak masuk akal. Jumlahnya banyak sekali.
”Agar data menjadi valid, perlu diverifikasi. Itulah langkah-langkah yang diambil baik Dinsos PPKB dan OPD lain. DinsosPPKB menyediakan data DTKS,” imbuhnya.
Selain itu, juga akan dicek dulu anak sekolah, putus sekolah, dan tidak sekolah. Lalu ada lagi rumah tangga tidak ada air minum dan sebagainya.
”okeh karena itu perlu dilakukan verifikasi. Benar tidak data dari Provinsi, karena jumlahnya banyak sekali,” pungkas Subhan. (Yon Daryono).
