PT Alfamart Dan Warga Pasarbanggi Belum Ada Titik Temu.

NEWS

Rembang, Inspirasiline.com – Hingga saat ini, sengketa antara Warga Pasarbanggi dengan PT Alfamart terkait dengan pengelolaan limbah kardus belum ada titik temu.

Ini lantaran jawaban tertulis atas tuntutan warga soal pengelolaan limbah kardus, dianggap tidak menyenangkan, karena tidak sesuai tuntutan warga seperti yang disampaikan pada aksi demo Senin pekan lalu.

Kepala Desa (Kades) Pasarbanggi H Rasno saat di konfirmasi media ini membenarkan kondisi diatas. Menurut dia, jawaban PT Alfamart tidak menyenangkan. Karena masih seperti sebelumnya.

Yakni, pengelolaan kardus di bagi rata 50-50 antara warga dengan vendor asal Kudus. Ini tidak sesuai dengan janji manajemen dalam pertemuan 1 September 2021 yang juga di hadiri Forkopimcam Rembang Kota.

“Pada pertemuan 1 September 2021, pihak manajemen menjajikan mulai tahun 2022, pengelolaan kardus diserahkan ke warga dan akan dikelola Bumdes. Tapi kenyataannya janji itu tidak ditepati. Manajemen bersikukuh membagi pengelolaan di bagi dua antara vendor Kudus dengan Bumdes. Ini jelas jawaban tidak menyenangkan,” tandas Rasno.

Rasno menambahkan, sebenarnya secara material perusahaan tidak dirugikan. Karena Bumdes juga membeli kardus itu.

Bahkan Alfamart yang memiliki gudang besar yang membawahi 10 kabupaten Yang terletak di Desa Pasarbanggi, justru di untungkan. Karena situasi usaha menjadi kondusif.

“Dalam waktu dekat surat jawaban manajemen itu aka kami rapatkan dulu dengan warga. Jika warga tetap menolak, maka kemungkinan akan ada aksi demo lebih besar lagi,” ungkap Rasno sambil menambahkan, surat jawaban ditanda tangan oleh salah seorang ditektur PT Alfamart.

Sementara itu I Made Pande Cakra sebagai Los Profesional (lP) Manajer PT Alfamart yang membidangi soal itu menyatakan, sebenarnya pembagian pengelolaan kardus 50-50 itu sebagai langkah win win solusi.

baca juga:  Tak Lagi Zona Merah, “Grobogan Sehari di Rumah Saja” Jilid Keenam Tetap Diberlakukan

Jika nanti dalam mengelola kardus bagus, secara bertahap pengelolaan sepenuhnya akan di serahkan ke Bumdes Pasarbanggi.

Branc Manajer (BM) PT Alfamart Pasarbanggi Kristanto mengaku dalam persoalan ini pihaknya berada dalam posisi sulit.

 

Karena dirinya tidak punya wewenang untuk memutuskan hal ini. Namun demikian, bukan berarti dia berpangku tangan tidak membantu ikut memecahkan masalah ini.

“Saya sudah mencoba melakukan koordinasi dengan jajaran pimpinan perusahaan soal pengelolan kardus,” ungkap Kristanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Pasarbanggi Senin pekan lalu menggelar aksi demo ke gudang PT Alfamart yang berlokasi di selatan jalur Pantura masuk wilayah desa setempat.

Mereka menuntut janji perusahaan ritel modern itu menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kardus. Dengan begitu, warga tidak hanya menjadi penonton. (Yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *