Rembang- Inspirasiline.com. Bupati Rembang H Abdul Hafidz melempar statemen menarik menyangkut laju inflasi di kabupaten penghasil garam tersebut.
Kata Hafidz, kebiasaan merokok dan ngopi sebagian warga Rembang menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di daerah ini.
Ini tentu menjadi ironi di tengah upaya Pemkab Rembang untuk menurunkan laju inflasi. Oleh karena itu Hafidz mengimbau agar masyarakat tidak konsumtif soal rokok dan ngopi.

Ini dikemukakan Abdul Hafidz pada acara forum konsultasi publik yang diselenggarakan di halaman Pendopo Mudium Kartini.
“Saya minta rokoknya ojo akeh-akeh (jangan banyak-banyak) karena menghabiskan duit tapi manfaatnya tidak seberapa. Ini perlu disosialisasikan. Ngopi nya juga,” kata Hafidz.
Untuk mengukur laju inflasi daerah, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Rembang bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei biaya hidup.
Survei tersebut nantinya akan dapat mengukur kegiatan masyarakat di Kabupaten Rembang khususnya kegiatan perekonomian. Dengan adanya survei itu, diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk Kabupaten Rembang ke depannya.
Evaluasi dapat dilakukan melalui kegiatan survei yang diselenggarakan oleh BPS tersebut, sehingga Pemerintah daerah dapat melakukan upaya-upaya untuk menekan laju inflasi.
“Harapannya bagaimana Kabupaten Rembang ini di semua lini dan semua sektor bisa ada kemajuan-kemajuan di masa yang akan datang,” harap Hafidz.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Rembang masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) untuk mengentaskan kemiskinan. Mengingat selama pandemi grafik kemiskinan di Kabupaten Rembang meningkat hingga 0,2 persen.
“Kita tahu bahwa kemiskinan di Kabupaten Rembang tahun 2021 meningkat dari 15,6 persen menjadi 15,8 persen,” ungkap Hafidz.
Melalui berbagai kegiatan yang ada, Bupati Rembang berharap kemiskinan di daerahnya bisa segera diatasi sehingga kesejahteraan dapat meningkat. (Yon Daryono)
