Varian Omicron sampai saat ini belum ditemukan di Kabupaten Sragen

NEWS
Sragen-Inspirasiline.com. Gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Sragen ditandai dengan terus meningkatnya laju kasus positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten ( DKK) Sragen Hargiyanto yang dihubungi inspirasiline.com Senin (21/2/2022) mengatakan, berdasar laporan Hari Minggu (20/2/2022), kasus baru 53 ,Testing.

Pcr : 22

Ag:  25

Isolasi terpusat (Isoter) :

Teknopark, kapasitas 273 terisi : 57

isolasi mandiri (Isoman) : 361

Tempat Tidur (TT) ICU tersedia:15

Terisi : 7(46,67%)

TT Isolasi

Tersedia : 225

Terisi : 133(59,11%)

Jumlah posko desa : 208 aktif.

Yg sdh di vaksin

Dosis 1= 706.140

Dosis 2= 664.489

Dosis 3= 30.747

Total = 1.401.376

Data terbaru covid-19 yang dilansir website resmi corona.sragenkab.go.id, hingga Senin (21/2/2022) sekirar pukul :10.00 WIB jumlah kasus positif aktif terdiri dari 419 orang tanpa gejala dan 127 dalam perawatan atau simptomatis., jumlah kasus aktif total mencapai 546 orang.  jumlah total kasus sejak awal pandemi mencapai 17.577 orang.

Dari jumlah itu. 15.624 pasien dinyatakan sudah sembuh.1.407 pasien positif  meninggal dunia.

Kenaikan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir salah satunya dipengaruhi karena gencarnya tracing yang dilakukan terhadap kontak erat dari temuan kasus positif.

“Setiap satu temuan kasus positif, kita langsung tindaklanjuti dengan tracing minimal 20 sampai 30 orang di lingkungannya yang kontak erat,” Ungkap  Hargiyanto.

Meningkatnya angka positif harian di Sragen itu tak lepas dari cepatnya penyebaran. Mayoritas kasus positif yang ditemukan adalah klaster keluarga.

Untuk varian Omicron, sampai saat ini belum ditemukan di Sragen. Meski beberapa sampel pasien sudah dikirim ke Jakarta, sampai hari ini belum ada satupun yang dinyatakan positif Omicron.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes). Yakni: masker, mencuci tangan, jaga jarak, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M).

“Kalau yang meninggal biasanya ada komorbid atau penyakit penyerta,” Ungkapnya menambahkan. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *