Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nurhamidah Meminta HPP dinaikan Rp5000/Kg

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI), Luluk Nur Hamidah, yang melakukan panen raya padi di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen Rabu (2/3/2022) meminta.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen ( GKP) dinaikan  menjadi Rp5.000/kg.

Menurutnya selama ini harga GKP itu fluktuatif, ada yang Rp3.5000/kg, Rp4.500/kg, dan ada yang sampai Rp5.000/kg. Pemerintah bisa menghitung sehingga HPP itu naik agar petani diuntungkan. Jangan sampai petani menjual GKP di bawah HPP.

Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nurhamidah( tengah pakai caping) didampingi Danramil 20/Plupuh Letda Suparno dan Wakapolsek Plupuh Iptu Sukarno seusai memanen padi pakai Combine milik Joko Triyanto (67)

Luluk Nurhamidah mendorong perusahaan-perusahaan bisa membantu petani untuk mengatasi masalah hama terutama serangan tikus. Kader Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) ini meminta  PT Petrokimia Gresik membantu dua unit rubuha.

Dikatakan dengan adanya rubuha itu diharapkan banyak burung hantu yang menghinggapinya, supaya petani tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik, karena sangat membahayakan pribadi dan orang lain.

Kepala Desa ( Kades) Karungan, Kecamatan Plupuh Joko Sunarso mengatakan,  produktivitas padi  di Desanya anjlok sebanyak 2 ton per hektare pada musim panen I ini lantaran serangan hama tikus. Produktivitas gabah kering panen (GKP) yang biasanya 8 -10 ton per hektare turun tinggal 6 ton per hektar.

“Ya, gara-gara serangan tikus itu produksi padi anjlok sampai 2 ton per hektare. Dulu kami membeli dua ekor burung hantu dan membantu satu unit rumah burung hantu (rubuha). Sekarang burung hantunya mati, tetapi ada burung hantu liar yang singgah di rubuha itu,”Ungkap Joko Sunarso menjelaskan.

Namung menurut Joko Sunarso, sementara harga GKP saat panen ini cukup bagus di angka Rp4.600/kg bila dipanen dengan combine harvester.

“Namun bila dipanen dengan thresher [mesin perontok padi-red] harga GKP anjlok menjadi Rp4.200/kg karena masih kotor. Kalau panen dengan thresher itu tergantung kondisi padinya. Kalau kadar airnya tinggi harga bisa turun sampai Rp4.000/kg. Kalau musim panen ini yang jadi masalah itu produktivitas gabahnya karena harganya bagus,”Ungkapnya. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *