Brebes-Inspirasiline.com. Kehadiran industri padat karya di Kabupaten Brebes mulai menunjukkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, keberadaan perusahaan manufaktur juga menghadirkan harapan baru bagi ribuan keluarga buruh untuk hidup lebih sejahtera dan keluar dari jerat kemiskinan.
Hal itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke pabrik sepatu PT Gold Emperor Indonesia (GEI) di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Brebes Wurja.

Di sela peninjauan area produksi, Ahmad Luthfi menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pekerja. Dari percakapan itu, ia mengetahui bahwa sejumlah buruh mampu memperoleh tambahan penghasilan lembur hingga Rp4 juta per bulan.
Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar nominal, melainkan gambaran nyata bagaimana investasi mampu menghadirkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat kecil.
“Ketika investasi masuk dan industri berkembang, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pendapatan buruh meningkat, daya beli keluarga ikut naik, dan ini sangat penting untuk menekan kemiskinan,” ujar Luthfi.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pertumbuhan investasi padat karya karena sektor tersebut dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, khususnya masyarakat lokal.

Selain membuka peluang kerja, pemerintah juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK), agar tenaga kerja di Jawa Tengah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Investasi yang masuk bukan hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, kualitas tenaga kerja lokal harus terus kita siapkan agar mampu bersaing,” tambahnya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan, berkembangnya industri di Brebes menjadi momentum penting kebangkitan ekonomi daerah. Ia menilai, keberadaan perusahaan padat karya memberi kesempatan besar bagi warga untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih layak.

Menurut Paramitha, meningkatnya pendapatan buruh akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, hingga perputaran ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
“Kami mengapresiasi perusahaan yang telah memberikan hak-hak pekerja secara baik. Ini menjadi bukti bahwa investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus mendorong agar semakin banyak warga lokal terserap bekerja sehingga angka kemiskinan bisa ditekan,” ujarnya.
Salah seorang karyawan, Tri Dewi Martini, mengaku bersyukur dapat bekerja di perusahaan tersebut selama satu setengah tahun terakhir. Ia mengatakan, selain menerima gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), para pekerja juga mendapatkan tambahan penghasilan dari sistem lembur, bonus kehadiran, uang makan, hingga jaminan BPJS.
“Kalau rajin masuk kerja dan ikut lembur, penghasilannya lumayan membantu kebutuhan keluarga. Sistemnya juga jelas dan transparan,” tutur Tri.
PT Gold Emperor Indonesia sendiri merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal China yang bergerak di bidang manufaktur alas kaki. Sepanjang 2024–2025, perusahaan tersebut telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,65 triliun di Brebes.
Saat ini, perusahaan telah menyerap 4.044 tenaga kerja, dengan mayoritas pekerja merupakan perempuan. Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas kapasitas produksi dan menargetkan penyerapan hingga 10 ribu tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.
Bagi masyarakat Brebes, hadirnya industri padat karya bukan hanya tentang bertambahnya pabrik, tetapi tentang terbukanya peluang hidup yang lebih baik. Dari ruang-ruang produksi itulah, harapan baru tumbuh untuk menghadirkan keluarga yang lebih sejahtera dan Brebes yang semakin maju. (Wantoro)
