Sragen-Inspirasiline.com. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Luluk Nur Hamidah blusukan di pasar Bunder Sragen mendengarkan keluhan pedagang sulitnya mendapatkan minyak goreng bersubsidi beberapa pekan terakhir ini Rabu 9/3/2022.
Para pedagang mengeluh hanya bisa membeli minyak goreng subsidi satu karton dan harus membeli komoditas lain minimal Rp 2.000.000.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini merasa heran ternyata ada praktek seperti itu.
Menurut Luluk Nur Hamidah, praktek tersebut harus segera ditertibkan terutama para distributor nakal yang main main dengan kebijakan pemerintah. Luluk Nur hamidah berpendapat, subsidi minyak goreng perlu ditertibkan dengan harga Rp 14.000/ liter.
Dikatakan, minyak goreng subsidi dijual tanpa syarat Distributor nakal perlu ditertibkan, praktek akal akalan yang mendopleng kebijakan pemerintah. Distributor bisa bekerja sama membantu pemerintah terkait kebijakan subsidi minyak goreng.
“Kebijakan membeli komoditas lain itu sangat melanggar, karena minyak goreng di subsidi oleh pemerintah yang sumber dananya dari rakyat. Pada dasarnya minyak goreng subsidi harus dinikmati warga masyarakat” Ungkap Luluk Nur Hamidah saat bincang-bincang dengan para pedagang.
“Apabila masyarakat masih dipersulit mendapatkan minyak goreng subsidi akan muncul soal kredibilitas pemerintah” Ungkapnya menambahkan.
Luluk Nur Hamidah berjanji akan menindak lanjuti temuan ini dengan rapat gabungan beberapa komisi DPR RI dan akan menghadirkan Menteri terkait. ( Sugimin/17)
