Untuk Mencegah Banjir, Pemkab Rembang Usulkan Normalisasi Sejumlah Sungai

NEWS

Rembang, Inspirasiline.com. Untuk mencegah baniir, sepeperti yangbyerjadi Pendangkalan sungai dinilai menjadi biang banjir di Rembang baru-baru ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menormalisasi 14 Km sungai di Kota Santri.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro. Pihaknya telah meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu saat terjadi banjir di sejumlah titik. Mereka diminta untuk mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

”Bahkan BKD (Badak Kepegawaian Daerah) juga turun. Terutama yang paling intens Dinsos, BPBD dan DPUTaru” jelasnya.

Setelah diidentifikasi, Hanies menilai, penyebab banjir beberapa waktu lalu ialah penyempitan dan pendangkalan sungai. Saat ini pihaknya sudah mengirimkan surat kepada BBWS.

”Kalau normalisasi izin ke balai besar wilayah sungai. Kami sudah layangkan semoga turun izin, kami bisa eksekusi,” ujarnya.

Saat ini pihaknya fokus pada sungai aliran dari Randugunting yang merupakan wilayah dari BBWS Pamali Juwana. ”Dari Randugunting sekitar 14 Kilometer. Nanti kami tanyakan. Surat itu bagaimana responnya,” ujarnya.

Pekan lalu, sejumlah wilayah di Rembang dilanda banjir. Sejumlah desa terdampak. Diantaranya, Desa Kedungtulup 26 KK, Sambiyan 317 KK, Pengkol 7 KK, Dukuh Kalipang Sidomulyo 167 KK, Wiroto 20 KK dan Pancur 17 KK.

Selain itu sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Seperti jalan penghubung Sulang- Sumber ambles. Selain itu, jembatan Jatihadi, Sumber juga berlubang karena gerusan air. Talud sungai Randugunting di Desa Maguan Kaliori juga longsor fan jalan nasionaldi Kadiwono  Bulu juga ambles. (Yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *