Dua Puskesmas di Kecamatan Plupuh 2 gelar Vaksinasi Booster di Puskesmas masing-masing

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Tren penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen terus menurun, namun Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen masih  menggerakkan Vaksinasi Covid-19 dengan tujuan sebagai pencegahan/penanggulangan  penyebaran virus Corona dan varian Omicron.

Jum’at  (1/4/2022) terakhir sebelum puasa 1443 Hijriyah (H) dua Puskesmas  di Kecamatan Plupuh  menggelar vaksinasi booster di Puskesmas masing-masing, Puskesmas Plupuh 1 menargetkan 40 orang  dan Puskesmas Plupuh 2 sasaran 43  orang.

“Target kita sedikit, karena hanya mencari yang belum vaksin ketiga ( Booster-red). Warga masyarakat di Wilayah kerja Puskesmas Plupuh 1 sebagian besar sudah vaksin”.Ungkap Kepala Puskesmas Plupuh 1  dr Abdul Azis singkat.

Salah satu Anggota Koramil 20/Plupuh sedang melihat data berapa banyak warga yang sudah vikasin di Puskesmas Plupuh 2

Hal yang sama disampaikan Kepala Puskesmas Plupuh 2 dr Paryanti, bahwa di Wilayah Kerja Puskesmas Plupuh 2, sebagian besar warga masyarakatnya sudah vaksin ke, 1, 2 dan 3 ( booster-red).

Gelaran vaksinasi booster ini dipantau langsung oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( Muspimcam) Plupuh, Satgas Covid-19 Tingkat Kecamatan Plupuh serta Satgas Covid-19 Tingkat Desa Sambirejo dan Desa Pungsari

Untuk Puskesmas Plupuh 1 di Desa Sambirejo dan Puskesmas Plupuh 2 berlokasi di Desa Pungsari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten ( DKK) Sragen Hargiyanto saat  dihubungi inspirasiline.com menyampaikan, gelaran vaksinasi booster disetiap Puskesmas menunjukan keseriusan Pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Corona dan varian Omicron, supaya imunnya kuat, sehingga masyarakat kebal dari serangan virus-virus tersebut.

” Walau ada sedikit kenaikan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir salah satunya dipengaruhi gencarnya tracing yang dilakukan terhadap kontak erat dari temuan kasus positif. Setiap satu temuan kasus positif, kita langsung tindaklanjuti dengan tracing minimal 20 sampai 30 orang di lingkungannya yang kontak erat,” Ungkap Hargiyanto.

Tambahan kasus harian yang terjadi kata Hargiyanto mayoritas berkondisi tanpa gejala alias asimptomatis. Hargiyanto  menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) yakni selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Walau sudah ada kelonggaran, kita jangan sampai lengah. Kalau tidak kita sendiri yang menjaga kesehatan pribadi. Siapa lagi ?”. Ungkap Hargiyanto setengah bertanya pada diri sendiri. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *