Sragen-Inspirasiline.com.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan, sentra takjil diisi 50 pedagang. Mereka harus patuh protokol kesehatan (prokes). Begitu pula dengan pembelinya.

”Syaratnya tidak boleh makan di situ. Tidak ada meja dan kursi untuk makan, karena dibeli untuk dibawa pulang,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi Inspirasiline.com Sabtu (2/4/2022).
Aktivitas di pusat takjil dimulai pukul 15.00-19.00 dan hanya berlangsung selama Ramadan. Pedagang Nimas, kata Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu sempat diajak bergabung tapi menolak, sehingga stan diisi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bersedia.
”Alasannya di situ (Jalan Diponegoro-red) tidak ramai. Mintanya di Jalan Sukowati, dan yang pasti itu tidak akan saya izinkan. Kapolres juga tidak mengizinkan karena mengganggu jalan utama,” Tegasnya. ( Sugimin/17)
