Sukoharjo-Inspirasiline.com. Momen mudik lebaran merupakan hal yang sakral dan sudah menjadi budaya dibumi Indonesia oleh karenanya sangat ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat, apalagi masyarakat perantau. Yang mana selama pandemi covid-19 pemerintah melarang mudik bagi perantau dimana saja berada yang tersebar diberbagai propinsi se Indonesia dengan alasan masih tingginya kasus Covid-19 yang telah merenggut nyawa puluhan juta orang tanpa pandang bulu.
Alhamdulillah tahun ini seiring dengan penurunan kasus Covid-19 pemerintah sudah membuka kran untuk menjalin tali siturochim dengan keluwarganya dan utamanya masyarakat perantau sudah diperbolehkan mudik dengan catatan tetap menjaga prokes.

Khususnya dikabupaten Sukoharjo dikatakan Wakil Bupati Agus Santosa kedatangan pemudik masuk kota Makmur ini mencapai sekitar 200 an ribu orang dari berbagai propinsi di Indonesia. Wabup menghimbau masyarakat boleh evoria menyambut lebaran namun jangan terlalu berevoria mengingat covid-19 masih ada jangan lupa tetap jaga prokes, kami sangat berharap jangan sampai timbul cluster lebaran, tegas Agus.
Seperti halnya alumnus SMP 1 Sukoharjo siang tahun 1983/1984 yang mayoritas adalah wiraswastawan cukup berhasil dirantau yang menyebar dari Sabang sampai Meraoke memanfaatkan momen lebaran ini dengan mengadakan temu kangen yang digelar kemarin jum’at (6/5/2022) di rumah Yayuk Sri Rahayu Walang, Jombor, Bendosari, Sukoharjo secara sederhana namun sangat berkesan bisa sedikit mengobati rasa kangen yang selama pandemi juga belum sempat bertemu.

Edy Teguh Tawanto ketua paguyuban alumnus SMP 1 Sukoharjo siang dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan alumnus SMP 1 Sukoharjo siang untuk saling silaturochim, dengan silaturochim bisa berbagi ilmu, berbagi pengalaman, mengingat informasinya yang sangat mendadak sehingga hanya sebagian kecil saja yang bisa hadir, insya allah lebaran tahun depan bisa direncanakan yang matang sehingga akan lebih banyak lagi yang hadir.
Kegiatan temu kangen ini juga dihadiri oleh guru kita yang terhormat Bp. H. Ngatno, beliau itulah satu-satunya guru yang dikenal sangat dekat dengan murid-muridnya baik secara darat maupun udara selalu berkomunikasi. Pak guru ini juga diledeki “ pak guru kok masih muda ya kita murid-muridnya sudah pada tua-tua lho pak” he he he….saut murid-muridnya dengan penuh canda.
Pak Ngatno juga sempat memberikan sekapur sirih buat anak muridnya yang antara lain disampaikan: bahwa dengan silaturochim akan memperpanjang umur, selain itu juga memberikan petuah agar kita selalu berbuat baik kepada siapapun, suka memberi dan menolong kepada sesama sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi besara kita Muhammad Saw, ujar Ngatno.
Sementara itu Sulastri salah satu alumnus merupakan perantau dari Mataram NTT mengaku senang dan riang gembira lebaran tahun ini bisa mudik, sehingga bisa ketemu keluwarga, saudara, kawan dan guru kita, pasalnya 2 tahun selama pandemi aturan pemerintah parantau tidak boleh mudik lantaran tingginya kasus Covid-19 dan alhamdulillah tahun ini bisa mudik bisa kembali bertemu dengan kawan-kawan seneng deh dengan harapan masih dipertemukan lagi lebaran tahun depan, katanya. (Prie)
