Karena Gedung Rusak, Siswa SDN 2 Penawangan Grobogan Terpaksa Belajar Di Teras Sekolah

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Siswa klas 5 SDN 2 Penawangan Kabupaten Grobogan sangat memelas karena mengikuti ujian akhir semester di emper teras atau diluar ruang kelas. Hal itu disebabkan karena fisik gedung SDN 2 Penawangan tersebut tidak layak pakai, sehingga ruang kelas yang bisa berfungsi untuk proses belajar mengajar hanya 3 ruang kelas ditambah ruang perpustakaan.

Kepala SDN 2 Penawangan Budiyono, SPd kepada Inspirasiline.com membenarkan kondisi tersebut, diruang kerjanya, Jumat (10/6/22). Untuk menyikapi kondisi ini, pihak sekolah terpaksa menggilir kelas. Kerusakan gedung sudah terjadi 3 tahun yang lalu, namun keparahan terjadi pada 3 bulan terakhir ini.

Budiyono SPd Kepala SDNegeri 2 Penawangan Grobogan, Jateng

Menurut Kepala Sekolah yang menjabat di sekolah tersebut sejak 2019 itu, sekolah yang terdiri dari dua unit gedung itu pada gedung yang satu kondisinya sudah rusak parah disamping atapnya yang jebol juga konstruksi bangunannya tampak ambles.” Kami sudah mengusulkan adanya rehab gedung kepada Dinas tiap tahun sejak 2020, namun belum terealisir hingga kini” bebernya. Pengawas pendidikan Dabin 1 Penawangan juga memberikan saran agar ruangan kelas yang rusak, sarpras nya diamankan lebih dulu, baik meja kursi dan almari.

Ketika ada peninjauan dari Kasi Sarpras Disdik Kabupaten Grobogan, Mashadi ke SDN 2 Penawangan ini juga sempat memberikan rekomendasi kalau sekolah ini sudah layak untuk mendapatkan perbaikan fisik.

Marito (60), warga Penawangan  salah satu wali murid yang ditemui mengaku prihatin dengan kondisi sekolah tersebut dan dia berharap adanya renovasi secepatnya, dia juga merasa kasihan kepada murid yang belajar dan ujian di teras sekolah ” Mohon Pemkab Grobogan untuk segera merenovasi gedung sekolah ini, sebab saya merasa kasihan kepada anak yang belajar di teras, itu kebetulan pas tidak hujan, kalau kondisi hujan anak lebih tidak nyaman” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Novi (40) wali murid kelas 4 yang berharap sekolah segera diperbaiki sehingga anak anak nantinya bisa belajar lebih aman dan nyaman.

Kepala SDN2 Penawangan juga menambahkan, kondisi proses belajar mengajar di teras ini dimulai sejak 3 bulan lalu tepatnya tanggal 28 Maret 2022 yakni sejak Bupati Grobogan memperbolehkan sekolah tatap muka. Ia berharap pembangunan fisik nantinya tidak hanya gedungnya saja, tetapi pagar keliling sekolah harus ada ” Kami memiliki 15 buah komputer dan 5 buah laptop milik anak anak serta sarpras lainnya, kalau bisa pembangunannya termasuk pagar keliling sekolah.” pintanya.

SDN2 Penawangan Kabupaten Grobogan dengan jumlah siswa 114 anak ini merupakan sekolah penggerak pertama dan satu satunya di kecamatan Penawangan Grobogan pada angkatan pertama tetapi kondisi fisik sekolahnya tidak mendukung dan menjadi sekolah terbaik se Grobogan dalam penggunaan aktivasi akun belajar diantara Sekolah Penggerak yang ada di Kabupaten Grobogan. (jokowi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *