Wonogiri-Inspirasiline.com. Belakangan ini hujan deras mengguyur daerah Wonogiri, membuat air Waduk Gajah Mungkur ( WGM ) bertambah. Situasi seperti ini dapat dilihat di perairan WGM bagian selatan, tepatnya di perairan Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.
Belum lama ini, ketika awak media inspiradiline.com menyambangi perairan Glesungrejo, terlihat air sungai Bengawan Solo pasang menggenangi ” sabuk hijau ” dan jalan menuju ke Kecamatan Baturetno – Eromoko.

Akibat air pasang, kini perahu nelayan terpaksa menepi sejenak. Tak hanya itu, para nelayan juga kurang beruntung menangkap ikan. ” Beberapa hari ini hujan deras, kadang cuaca secara mendadak berubah panas. Sepi,…sepi sekali Mas, tidak mendapat ikan. Entah, ikannya pada mumpet ke mana,” ujar salah seorang warga desa setempat kepada inspirasiline.com.
Para tengkulak ikan kelihatan berjajar di tepi perairan, menanti para nelayan menepi. Para pencari ikan biasanya pukul 10.00 telah menepi. Namun, sampai tengah hari tak satupun peraru nelayan mendarat. Hal tersebut, membuat para tengkulak nganggur, alias gigit jari, pulang dengan tangan hampa.
Akibat hal tersebut, dan tak ada jasa penyeberangan, para pengguna jalur jalan Eromoko- Baturetno, terpaksa putar arah lewat jalan Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro, Eromoko, makan waktu lebih kurang satu jam.
Luapan air WGM, ternyata mampu mengubah panorama perairan Glesungreja bagaikan pantai, dengan pemandangan alam yang nempesona. Nun jauh kentara gugusan pegunungan seribu, molek nan menawan. ( Sukamto )
