Grobogan-Inspirasiline.com. Lembaga Pemasyarakatan ( lapas) Kelas II B Purwodadi menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kemenkumham RI Prof.DR.Eddy Hiariej, SH., MHum, Sabtu siang (11/6/22).
Dengan mengendarai mobil Toyota Alphard Nopol RI 123, pada pukul 13.52 WIB Wamenkumham RI tersebut memasuki pintu Lapas Purwodadi, didampingi Kakanwil Kemenkumham Jateng A. Yuspahruddin BH, Kadivpas , Kadivmin, diterima langsung oleh Ka Lapas Purwodadi Subyakto SH serta hadir pula Para Ka UPT se Karesidenan Pati.
Sebelum ke Purwodadi, Wamenkumham sempat meninjau langsung Lapas Nusakambangan Cilacap dan melakukan pembinaan ASN Kemenkumhan setempat serta mendengarkan ikrar setia NKRI dari napiter, kemudian meninjau Lapas Yogyakarta, dan terakhir melakukan kunjungan kerja di Lapas Purwodadi.

Dalam kunjungannya ke Lapas Purwodadi yang hanya setengah jam itu, dimanfaatkan Wamen untuk melakukan konpers dengan media setempat.
Wamenkumham menjelaskan Lapas di Indonesia sebagian ada yang belum berkekuatan hukum tetap , tetapi hal itu masih layak kalau Lapas melakukan fungsi Rutan, yang menjadi soal itu kalau Rutan menjalankan fungsi Lapas, karena dana pembinaan di Rutan tidak ada dan adanya di lapas. Karena meski Rutan toh disitu ada tahanan dan nara pidana” Terkait hal ini, kami harus berkoordinasi dengan Menkeu”beber Wamenkumham.
Menyinggung Lapas Purwodadi, Wamen mengaku senang karena penataannya bagus tertib aman dan nyaman ” Ini jelas menunjukkan bahwa Ka Lapasnya sering melakukan pembinaan” tukasnya.

Saat ditanya ada beberapa napi terorisme yang mengikrarkan kesetiaannya kembali ke NKRI, Wamen menjelaskan memang hal itu menunjukkan adanya upaya program deradikalisasi yang dilakukan Ka Lapas berjalan dengan baik dan berhasil.
Sebelum kembali ke Jakarta, Wamenkumham menerima sebuah lukisan dirinya. Sang pelukis adalah Slamet Eko seorang napi Lapas Purwodadi asal Boyolali “Wah bagus sekali lukisannya, terima kasih pak Slamet” ucapnya.
Terpisah, Ka Lapas Purwodadi Subiyakto SH menyatakan terima kasihnya kepada Wamenkumham RI atas kunjungannya, meski hanya sebentar, namun perhatian Wamen cukup baik. Di bagian lain Ka Lapas Purwodadi mengatakan sebagaimana disebut Wamen bahwa secara makro memang Lapas di Indonesia overload, tetapi khusus Lapas Purwodadi dengan jumlah kamar 63 buah cukup untuk mengatasi jumlah tahanan dan napi sebanyak 259 orang. Bila masih overload, maka Lapas Purwodadi akan mengirimkan ke Lapas Lapas yang masih kurang “Di Jateng ini ada sekitar 50 an Lapas dan Rutan, kami terus akan berkoordinasi lah dengan mereka” pungkasnya. ( jokowi )
