Habib Ali : Yang Jualan Di A Yani Tidak Harus Dengan Food Track

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Kordinator Tim Pembahasan khusus soal Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pedagang Kaki Lima  (PKL) Habib Ali Zainal Abidin memimpin acara Public Hearing soal rancangan pembahasan raperda tersebut sebelum nantinya akan dijadikan peraturan derah (Perda).

Pansus raperda PKL  sengaja mengundang para paguyuban PKL untuk mendapat masukan dari para pedagang, supaya pemerintah nantinya tidak sepihak dalam memutuskan Perda tersebut. Acara yang berlangsung di gedung DPRD Kota Tegal Rabu 21 Juni 2022.

Hadiri  dalam acara itu  pejabat terkait diantaranya Ka. Asisten Dua Pemkot Tegal Cucuk, Disperindagkop Kota Tegal Rudi Hardiyansah, Ketua DPRD Kota Tegal  Kusnendro dan segenap Tim Pansus.

Public hearing ini mendapat respon yang cukup tinggi, terbukti  antusiasnya  para pedagang, LSM ysng ikut memenuhi ruang sidang DPRD Kota Tegal.

Pada kesempatan itu Kordinator  Pansus Raperda PKL  Habib Ali Zainal Abidin mengatakan bahwa dirinya  jauh sudah berkali kali minta kepada pemkot Tegal supaya tidak memindah PKL  sebelum ada kejelasan lokasi.

Jl. A Yani yang digadang gang oleh walikota Tegal sebagai lokasi Foodtrack, Habib Ali minta, yang jualan di Jl.A Yani, tidak harus menggunakan food track. PKL tidak mampu membeli food track yang harganya ratusan juta.
Itu sebabnya Habib minta supaya ada pendataan ulang jumlah PKL yang ada di Kota Tegal.

Kalaupun raperda ini nantinya bisa menjadi perda, jangan sampai ada yang di dzolimi kasihan rakyat kecil
kalau kita sudah digaji.” Tegas Habib. ” Saya minta masukan dari  PKL, sebeluum rancangan tersebut dijadikan perda apa yang menjadi unek-unek keluarkan semua.” Ujar Habib dari Frakdi PKB.

Kepala Disperindagkop Rudi, saat itu menjelasan latar belakang raperda PKL yang kata Rudi,  muaranya pada penataan dan pembinaan kepada pedagang. Makanya dalam dengar pendapat ini dia juga minta masukan dari pedagang demi kebaikan bersama.

baca juga:  Kotak Hitam FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Ditemukan

Rudi mnjelaskan dalam penataan PKL, pemkot telah menyediakan 18 lokasi denga Jumlah PKL 1.860. dan data terakhir 1.515 pedagang. Data tersebut hasil pendataan yang dilakukan oleh juru pungut restribusi.” Jelas Rudi.

Ketika season tanya jawab, Fauzan Jamal wakil ketua LSM ” Abang Tidar ” Pemkot Tegal menurut Fauzan
Telmi (telat mikir) mestinya sebelum ada penggusuran PKL, dibuat dulu perda nya.  sekarang setelah masyarakat terlunta lunta kebingungan untuk mencari tempat untuk usaha, baru ada raperda.  Fauzan yang getol membela PKL, akan menolak perda tersebut jika ujungnya akan menyengsarakan para pedagang.

Acara yang dipandu oleh Zainal Rohman (anggota pansus) Acara  dengar pendapat, adalah mencari  masukan dari PK. Raperda tersebut akan berjalan degan baik manakala ada masukan dari para PKL kata Zaenal. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *