Antisipasi Lakalantas, Sopir Ambulan Ikuti Talk Show SD & EAT

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Untuk antisipasi lakalantas ratusan pengemudi ambulans di bekali penanganan korban laka lantas bertajuk Talk Show Pelatihan Safety Driving (SD) dan Emergency Ambulance Training (EAT) di Aula Ibnu Sina di Rumah Sakit Islam Yarsis, Sabtu (25/6/2022).

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

“Sebagai salah satu program kerja FAST, kami memberikan pembekalan kepada driver ambulans, karena kita sadari jam terbang driver ambulans tinggi. Sangat perlu sekali untuk meriview ilmu-ilmu khususnya tentang PPGD,” jelas dia saat ditemui dalam kegiatan.

lebih lanjut Wirawan Setiadi menambahkan dengan dilakukannya PPGD  agar ketika dalam penanganan gawat darurat, terutama lakalantas, tidak terjadi kesalahan penanganan.

Jumlah peserta di targetkan maksimal 100 orang. Sementara jumlah anggota FAST terdiri atas 55 komunitas dalam lingkup Sukoharjo. Sedangkan untuk personel di dalam forum itu ada lebih dari 100 orang.

Mengingat masing-masing ambulans memiliki kru dan beberapa komunitas ada yang memiliki lebih dari satu ambulans.   Pembuatan komunitas ambulans sendiri digunakan sebagai wadah komunikasi sehingga penanganan korban terorganisir dan tidak terjadi tumbukan antar pengemudi.

“Penanganan kejadian bisa lebih terkoordinasi. Jadi tidak muspro. Misalnya kejadian yang butuh satu atau dua ambulans. Biasanya sebelum ada FAST yang datang lebih dari 10 ambulans. Dengan ini, kita bangun jaringan komunikasi dan di dukung Polres,” kata dia.

Dia menyebut sebagai salah satu mitra Polri, para pengemudi ambulans diberikan fasilitas Radio Pancar Ulang (RPU) atau Repeater yaitu satu perangkat komunikasi yang berguna untuk memperluas daerah jangkauan komunikasi antar peralatan komunikasi mobile semisal Handy Transceiver (HT) dari yang berjarak pendek hanya beberapa kilometer menjadi puluhan kilometer.

baca juga:  Penggalangan Komitmen, Targetkan Penurunan Angka Stunting Di Bawah 5%

Tak hanya itu, dia menyebut beberapa rumah sakit di Sukoharjo juga tergabung dalam FAST seperti PKU Muhamadiyah Sukoharjo, Rumah Sakit Indriati dan RSI Yarsis.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan dengan banyaknya lakalantas yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo sangat membuat pihaknya prihatin. Berbagai langkah sudah dilakukan seperti sosialisasi, inovasi, upaya pencegahan hingga penindakan kepada para pelanggar aturan, namun tetap saja hampir setiap hari kejadiaan laka lantas masih terjadi.

“Jadi untuk penangananan lakalantas ini perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Forum Ambulance Sukoharjo Bersatu (FAST) yang telah kita bentuk beberapa waktu lalu. Dimana FAST ini sangat membantu Satlantas Polres Sukoharjo dalam percepatan penanganan lakalantas,” ujarnya.

Sebab apabila para petugas/kru pada FAST tidak menguasai keahlian dan mengatahui standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan korban lakalantas, ditakutkan akan terjadi kesalahan yang justru membuat korban lakalantas menjadi fatal.

“Semoga dengan adanya kegiatan talk show dan pelatihan seperti ini kiranya dapat memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada para petugas/kru ambulans, sehingga ke depan dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya.

Dalam kegiatan juga turut hadir Direktur RSI Yarsis, Kasatlantas Polres Sukoharjo, Perangkat Kecamatan Kartasura, PMI, dan juga berbagai komunitas yang menjadi peserta kegiatan. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *