Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membuka secara resmi program “Isi Piringku” komunitas di Sragen, secara virtual dari Aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen Rabu (6/7/2022)
Pada tahun 2017 lalu, Pemerintah telah meluncurkan sebuah program yang dinamakan “Isi Piringku” yang digagas untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Program Isi Piringku adalah program yang bertujuan mengedukasi masyarakat supaya memahami bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Selain itu, Isi Piringku merupakan pengganti konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Konsep lama tersebut kini tidak lagi mengakomodasi pemenuhan gizi seimbang.
Hadir dalam peluncuran program ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto, Jajaran Asisten Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, dan Kepala OPD terkait, diikuti sebanyak 1.200 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, kader Kesehatan, dan Kagama FK-KMK UGM Angkatan 86.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kabupaten Sragen pada tahun 2019 angka stunting mencapai 32,4% dan tahun 2021 menduduki rangking 8 besar dalam penurunan stunting menjadi 18,8%.
“Mudah – mudahan kita tambah semangat, pokoknya target stunting di Kabupaten Sragen sesuai instruksi Bapak Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 harus sudah diangka 14%. Jadi, kalau kita bersemangat, gotong royong, bareng – bareng, Insya Allah target itu bisa kita penuhi bersama,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap
Selain menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterlibatan semua pihak, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan pentingnya langkah dasar untuk mencegah anak-anak kita dari stunting.
“Ada 6 langkah penting yang harus diambil yaitu memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, ASI Eksklusif selama 6 bulan, MPASI sehat untuk mendampingi ASI, memantau pertumbuhan anak dan menjaga kebersihan lingkungan,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati
Kepada kader-kader kesehatan, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta mereka memperhatikan betul apa yang bisa diberikan kepada masyarakat termasuk belajar mengenai Isi Piringku.
“Dengan partisipasi dan kontribusi aktif semua pemangku kepentingan yang ada, saya optimis, pencegahan stunting di Bumi Sukowati tercinta ini dapat dicapai secara optimal,” lanjutnya
Kepala BKKBN Republik Indonesia & Ketua Kagamadok, Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), dalam sambutannya menyampaikan bahwa Isi Piringku menjadi mindset penting untuk mendukung Program Pemberian ASI Eksklusif dan kampanye 1000 Hari Pertama Kehidupan.
“Remaja harus siap menjadi ibu, menguatkan mindset ini sangat efektif bila melalui komunitas, saya mengucapkan selamat dan sukses supaya program ini bisa berjalan lancar di Sragen,” Ungkap Hasto Wardoyo
Pemerintah telah mengimplementasikan program yang unggul di Puskesmas diantaranya adalah pemantauan rutin dari perkembangan balita, mulai dari usia 0 hingga 23 bulan yang terus dipantau dengan kartu sehat secara gratis.
Balita dipastikan menerima ASI eksklusif dan ibu juga diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait ASI. Balita bisa dimonitor secara rutin oleh kader/ petugas yang dapat membantu mendeteksi bila ada kecurigaan ke arah stunting pada anak.
Beberapa program di Puskesmas sebagai upaya pencegahan stunting yakni Pemberian Obat Pencegahan Pasal (POPM) cacingan, penanggulangan diare, sanitasi dasar, peningkatan gizi dan edukasi pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak.
Sementara Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Danone Indonesia, sehingga bisa berkontribusi berkelanjutan memberikan edukasi hidrasi sehat, nutrisi dan kebersihan lingkungan yang menarik untuk anak dan keluarga.
“Danone Indonesia ingin terus mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia dan memperluas kerjasama multipihak untuk mendukung generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing untuk Indonesia,” Ungkap Karyanto menjelaskan
Founder Resourceful Parenting Indonesia, dr. Andyda Meliala menjelaskan bahwa tahun 2022 ini sosialisasi akan diberikan kepada Komunitas Ibu dan PKK melalui Kader Kesehatan.
“Kami sebagai mitra Danone Indonesia melihat bahwa komunikasi melalui komunitas menjadi alternatif yang efektif sebagai upaya pencegahan stunting dan promosi gaya hidup sehat” Ungjap Andyda.
Danone Indonesia dengan visi One Planet One Health berupaya berkontribusi untuk memutus mata rantai stunting dengan edukasi gizi seimbang. Dimulai dari Program Isi Piringku yang sudah berlangsung sejak 2018 sampai sekarang, dimana pengembangannya dilakukan pada tahun 2016 – 2017. Edukasi berkelanjutan disampaikan kepada kepada Anak Usia Dini (AUD), dilanjutkan tahun 2021 dengan mengembangkan Modul Isi Piringku untuk Usia Sekolah Dasar. ( Sugimin/17-release Humas Pemkab Sragen)
