Sukoharjo-Inspirasiline.com. Gubernur Jateng bersama bupati/wali kota se-Solo Raya panen Padi yang dipusatkan di hamparan persawahan di Desa Gentan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (24/6/2026), yang dihadiri oleh Kepala Daerah Se Solo Raya, Bank Indonesia, Ka.Bulog, BBWS, Muspida, OPD, Camat se-Kabupaten, Ka.Des se-Kecamatan Bendosari, Gapoktan, dan tamu undangan lainnya.

Gubernur Jateng Ahmad Lutfi mengatakan kenapa Panen raya ini dipusatkan di Kabupaten Sukoharjo pasalnya Kabupaten Sukoharjo mempunyai surplus beras pada tahun 2025 sebesar 132 000 ton. Panen saat ini sebanyak 169 ton tahun ini adalah tahun swasembada pangan maka dengan luas lahan 1,6 juta Ha kita mampu memenuhi target nasional 10,6 juta ton, mulai dari bulan Januari sampai Juni 6,69 juta ton/ 63 % bisa memenuhi target nasional.
Untuk mendukung swasembada pangan kita harus berkolaborasi dengan seluruh kabupaten/ kota agar kebutuhan ini bisa terpenui target nasional sehingga Jawa Tengah menjadi lumbung pangan nasional sesuai dengan RPJMD kita bahwa Jawa Tengah merupakan swasembada pangan.


Panen raya ini merupakan rasa syukur Provinsi Jawa tengah dan unsur terkait bahwa Jawa Tengah sudah bisa memenuhi target 6,69 juta ton mulai bulan Januari-Juni sehingga target nasional 10,5 juta ton harus kita penuhi di akhir tahun, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten hari ini bisa mengalami kenaikan 25 % gabah kering artinya hampir 160 000 ton sehingga bisa menjadi percontohan dari kabupaten lain.
Tantangan kedepan petani akan mengalami musim kemarau Panjang sehingga akan terjadi kekeringan kami akan melakukan maving yang mana dampak kekeringan yang menggunakan sumur, air baku tanah harus kita lakukan bersama-sama untuk mengatasi swasembada pangan secara nasional.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Sukoharjo surplus beras 132 000 ton, banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat untuk petani seperti alsintan, irigasi pembutan sumur dalem, jalan. Petani kita kompak semangat untuk menjadi kabupaten yang swasembada pangan. (Prie)
