Walikota Tegal soal Wisuda Sastrawan Tegalan : Harus Punya Kriteria Yang Jelas

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Untuk melestarikan Bahasa Tegalan berbagai cara dilakukan misalnya saja dalam setiap upcara hari jadi Kota Tegal dilakukan dengan nenggunakan bahasa tegalan, seminar bahasa tegalan lomba puisi, cerpen, antologi puisi tegalan, sampai ada acara wisudawan Sastrawan Tegalan yang baru saja dilakukan Rabu 6 Juli 2022.

Sang penggagas acara wisuda bagi ( yang dianggap) sastrawan tegalan adalah dr.Maufur, MPd mantan Rektor UPS yang juga mantan wakil walikota Tegal yang sekarang menjabat Rektor Univeisitas Bamada Tegal di Slawi dan Budayawan Atmo Tansidik yang juga mantan Kepala Dishub dan Kepala BNN Kabupaten Brebes.

Rektor UPS Tegal Dr. Taufiqulloh, M Hum.

Sedangkan mereka yang diwisuda, adalah orang orang yang telah membuahkan karyamya berupa 10 puisi tegalan dan aktif aktif dalam sastra tegalan, ada yang dari birokrat, pengusaha, dosen, guru, sampai ada yang berprofesi juri manuk yang semuanya berjumlah 70 orang.

Acara berlangsung di auditorium Universitas Panca sakti (UPS) Tegal dihadiri oleh Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Sekda, Kota Tegal Johardi Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Yono Daryono, Rektor UPS Taufiqulloh Tegal dan undangan lainnya.

Dalam prosesi wisudawan, mereka tidak mengguanakan toga tidak seperti pada umumnya seorang wisudawan, tetapi ada yang menggunakan jas, seragam batik tegalan dan lainnya. Setelah pembacaan surat keputusan, satu persatu mereka maju kedepan menerima suatu tanda penghargaan.

Penyair Juri manuk Apito Lahire, salah satu wisudawan menerima tanda gelar sastrawan tegalan dari Dr Maufur M.Pd.

Walikot Tegal Dedy Yon Supriyono. dalam sambutannya mengatakan, bahwa wisudawan bagi sastrawan tegalan harus punya kriteria dan konsep yang jelas meski tidak dilakukan sesuai akademik, sehingga mereka pun tidak dianggap seagai sastrawan abal-abal tetapi berkualitas.

Terlepas dari persolan itu Dedy Yon menyambut baik ide adanya kegiatan tersebut dengan harapan akan bisa menggaungkan sastra tegalan yang akan dikenal dalam jagad sastra dengan menjujung tinggi kearipan lokal. Dia juga berharap yang telah menyandang ‘ sarjana ‘ sastra tegalan juga harus giat dan aktif dalam membuahkan karya-karya tegalan yang berkualitas.

baca juga:  Orderan Sepi, Sejumlah Perusahaan Di Rembang Kemungkinan Akan Melakukan Pengurangan Karyawan

‘ jangan jadi penyair atau seniman kacang goreng yang hanya mengejar oplah tetapi tidak berkualitas. apa lagi jadi pengekor ,’ Tandas Dedy Yon. Selesai memberi sambutan walikota Tegal membaca karyanya sendiri berjudul ‘ Kowen Donge Lagi Apa ‘

Acara Wisudawan Sastrawan Tegalan yang bekerja sama dengan Universitas Panca Sakti Tegal. Menurut Rektor UPS Tegal Dr. Taufiqulloh, M.Hum, ini sebuah pilot projek, kedepan akan kebih baik lagi karena kegiatan ini untuk melestarikan budaya tegalan dan juga sebagai bentuk penghargasn terhadap sastrawan atau penyair tegalan.

Acara ini kedepan akan dikemas lebih lagi melalui proses sehingga seseorang layak disebut sebagai sastrawan tegalan. Selaku innisiator wisudawan sastrawan tegalan Dr. Maufur M.Pd mengatakan bahwa dasar hukum wisuda ini adalah kesepakatan untuk pengakuan dan tidak bertentangan dengan aturan yang diatasnya.

‘ ini adalah persoalan budaya, bukan akademik, kalau bicara kalcer, adalah menyangkut budaya secara luas, termasuk budi manusia itupun produk budaya yang harus diakui jadi harus bisa memahami level levelnya ungkap Maufur ke media. Dijelaskan oleh Maufur kriteria yang diwisuda, yang telah memiliki karya sastra atau film tegalan atau minimal menciptakan 10 puisi tegalan.

Atmo Tansidik yang ikut membidangi gelar wisudawan sastrawan tegalan, bahwa gelar ini adalah gelar kultural untuk memacu semangat berkarya dalam dunia satra dan budaya tegalan. Dasarnya merespon undang undang nomor 23 tahun 2014 yang berkaitan dengan pasal tentang memelihara ke unikan budaya lokal atau perseorangan. Gelar ini juga akan gugur jika wisuda berikutnya mereka tidak bisa menunjukan karya yang maksimal. Jelas Atmo. Acara dimeriahkan pula dengan tampilnya pelantun dan pencipta lagu Tegalan Imam Jun dan pembacaan puisi tegalan (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *