Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Kasus kekerasan terhadap anak marak terjadi dimana-mana hal ini menjadikan keprehanan semua pihak, hak anak untuk bisa bersosialisasi dengan yang lain perlu diberikan ruang ruang, anak perlu dilindungi hak-haknya, oleh karena itu sangat perlu diadakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, kegiatan ini digelar Kamis (28/7/2022) digedung terpadu Menara Wijaya lt 10. Acara dibuka langsung oleh bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Dalam kata sambutannya bupati menyampaikan bahwa anak merupakan investasi sosial untuk melanjutkan pembangunan bangsa, anak merupakan pewaris negeri  merekalah yang akan mengisi warna warni negeri ini, menentukan maju mundurnya negeri, merekalah yang akan menggenggam negeri. Anak adalah harapan masa depan penerus cita-cita dan pewaris keturunan, memiliki peran setrategis dan mempunyai ciri sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara masa depan.

Bupati buka acara sosialisasi

Lanjut Etik hampir setiap hari kita mengetahui berita tentang terjadinya kekerasan termasuk kekerasn terhadap anak. Kasus kekerasan anak berupa kekerasan fisik, tertekan secara mental kekerasan seksual, pedofilia, anak bayi dibuang, aborsi, pernikahan anak dibawah umur, kasus tenaga kerja dibawah umur, traffiking, anak-anak yang di pekerjakan sebagai PSK dan kasus perceraian.

Kasus tersebut berobyek pada anak yang berdampak sangat buruk pada perkembangan dan kepribadian anak baik fisik maupun psikis dan jelas mengorbankan anak. Faktor yang mempengaruhi kekerasan terhadap anak seperti: faktor ekonomi yang tidak stabil, kegagalan rumah tangga/broken home, kurang siapnya pasangan saat menikah, dan faktor teknologi yang disalah gunakan.

Saat acara sosialisasi berlangsung.

Bupati berharap kepedulian terhadap anak perlu terus ditingkatkan, perlu upaya-upaya setrategis dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap anak salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak seperti sekarang ini, sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas peserta sosialisasi dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak seminimal mungkin yang dimulai dari keluwarga, lingkungan sekitar dan masyarakat. Sehingga hak anak bebas dari ancaman, hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai bakat  dan kemampuan anak dapat terpenuhi.

“ Kekerasan pada anak marak terjadi saat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga perlu kepedulian dari berbagai pihak agar hak-hak anak bisa terpenuhi,”ujar bupati Etik.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluwarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Proboningsih Dwi Danarti menyampaikan dengan digelarnya kegiatan ini bertujuan untuk: mengedukasi masyarakat tentang penanganan, pencegahan kekerasan terhadap anak agar masyarakat tahu indikasi awal kekerasan terhadap anak.  Sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan sejak dini indikasi kekerasan terhadap anak agar tidak meluas ke yang lain.

“ Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang penganan, pencegahan jika terjadi kekerasan terhadap anak,”terang Proboningsih.

Adapun peserta sebanyak 550 orang yang terdiri dari OPD terkait, petugas pendamping kurban kasus kekerasan terhadap anak, satgas perlindungan anak, anggota satgas perempuan dan perlindungan anak, orang tua sebagai ujung tombak pembentukan keluwarga sejahtera. Dengan menghadirkan nara sumber Kepala DPPKBP3A propinsi Jawa Tengah. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *