Tegal-Inspirasiline.com. Pemilihan Ketua Palang Merah Indonesia. (PMI) Kabupaten Tegal berlamgsumg tegang dengan berbagai intrupsi yang dilontarkan dari peserta. Suasana mulai memanas Ketika sidang plemo satu yang diantaranya membahas calon pemilih.
Peserta Muskab PMI Kabupaten Tegal terdiri dari 18 orang utusan dari tingkat Kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal, 1 orang dari unsur relawan PMI, 1 orang dari Provinsi JawaTengah ditambah 1 orang dari unsur pemerintah Kabupaten Tegal.

Ketika pimpinan sidang pleno membacakan ketentuan soal calon pemilih ketua. sejumlah peserta menghujani intrupsi, diantaranya soal calon pemilih, meski apa yang disampaikan oleh pimpinan sidang sudah sesuai dengan AD/ART. Namun sejumlah peserta calon pemilih mengharuskan membawa surat mandat yang di stempel. Padahal mereka yang hadir dalam acara muskab itu sudah jelas utusan dari Kecamatan.

Karena sidang yang semakin memanas, akhirnya sidang ditunda selang beberapa menit dan direda oleh Joko Triatmojo salah satu Korwil yang meminta agar semua peserta yang semuanya ASN mampu mengendalikan emosinya.
Sidang pleno berikutnya laporan pertanggung jawaban pengurus lama dan proses penentuan nama calon ketua. Dalam penjaringan bakal calon ketua akhirnya muncul dua nama bakal calon ketua yaitu H.Imam Sisworo, SH dan Drs. Harun Bagas.
Imam Sisworo adalah seorang pensiunan PNS di Kabupaten Tegal. Termasuk Bagas mantan Sekda Kabupaten Tegal.
Dari proses penghitungan suara, Imam yang sudah dua kali menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten memperoleh 11 suara, sedangkan Bagas mendapat 10 suara.
Muskab PMI Kabupaten Tegal berlangsung di Markas PMI Jl. Gajahmada Slawi-Tegal dihadiri oleh pengurus PMI Jateng Imam Maskur, anggota Forkopinda dan sejumlah undangan lain.
Selaku ketua PMI terpilih Imam Kisworo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak sehingga proses pemlihan Ketua PMI Kabupaten Tegal berjalan demoktatis lancar dan tertib.
Sebagai pimpinan organisasi kemanusiaan Imam akan melanjutkan program-program kemanusiann yang selama ini sudah berjalan dengan baik terutama dalan pemenuhan kebutuhan darah termasuk upaya peningkatan Bulan Dana PMI yang pada tahun 2022 hanya sekitar 2 milyar pada tahun 2023, harus ada peningkatan. Imam juga berharap ada BUMN maupun BUMD dengan melalui dana CSR nya bisa membantu PMI untuk pengadaan mobil Jenazah. “‘memang sekarang kami punya tapi kondisinya sudah tak Layak.” .Tutur Imam. (biet)
