Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta. Pria berpakaian kejawen lengkap, sedangkan peserta wanita berbusana kebaya. Kirap gunungan berangkat dari perempatan Batutengah, lapangan Baturetno, perempatan bangjo Baturetno, selanjutnya menuju terminal Baturetno bagian barat.

Di tempat itulah beberapa kegiatan dilaksanakan; kreatifitas seni anak-anak TPA Al Hidayah Batutengah, gending- gending dolanan dari Satria Muda Milenial, serta pentas seni reog Ponorogo, oleh komunitas reog Baturetno ( 356 ).
Kegiatan berikutnya, secara bersama sama membaca doa Maulid Shalawat, doa akhir dan awal tahun, dipimpin oleh Dedy Supriyadi, atau sering disapa Mbah Dedy.
” Doa tersebut kami panjatkan bersama dengan tujuan, mudah- mudahan amal kita tahun lalu diterima Allah, serta dimaafkan segala khilaf dan dosa kita bersama, ” jelas Mbah Dedy kepada awak media Inspirasiline.com.

Unik dan meriah, di arena itu pula peserta kirab gunungan makan bersama ( ondro wina ). Tua, nuda, anak berebut aneka makanan yang tersaji di gunungan. Secara”urut kacang ” ( jajar satu- satu ) panitia kirab membagikan nasi tempelangan, yang berada dalam jodhang kepada seluruh peserta. Kabarnya, nasi tempelangan pemberian warga secara sukarela, dikumpulkan dalam jodhang, untuk diberikan kepada siapapun yang berkenan.
Suasana terkesan unik, santai, penuh keakraban, tertib, tercipta masyarakat guyup rukun, gemah ripah, loh jinawi, murah sandang miwah boga, sesuai dengan tujuan kegiatan.

Tak sebatas itu, ternyata Batutengah melikiki kegiatan aneka ragam, seperti; bidang agama, seni, olah raga, ( sepak bola, volly, jalan santai, sepeda santai, panahan.).
Kegiatan olah raga panahan, diberi nama ” Jemparingan Al Jawi Baturetno” ternyata sangat digemari generasi muda.
Jemparingan Al Jawi Baturetno, banyak mengikuti lomba panahan, baik regional, maupun nasional Hasil tak mengecewakan, baru-baru ini regu Jemparingan Al Jawi Baturetno, pimpinan Mbah Dedy keluar sebagai juara lomba panahan di Jogyakarta. ( Sukamto/ 2020 )
