Rembang-Inspirasiline.com. Bupati Rembang, Abdul Hafidz memberikan bocoran mengenai Exit Tol Tuban – Demak di Kabupaten Rembang. Hafidz menyebutkan, semula Rembang hanya kebagian satu exit tol untuk proyek Tol Tuban – Demak.
Hal itu sama dengan yang didapatkan oleh jalur tol di kabupaten Jateng lainnya. Exit tol tersebut berada di kawasan Kecamatan Kota, tepatnya sekitar Desa Turusgede.
Namun, dengan beberapa pertimbangan, akhirnya Kementrian PUPR setuju Rembang ada dua exit. Exit kedua nanti akan di tempatkan di antara Pamotan – Sedan.
“Karena wilayah Rembang cukup panjang mencapai hingga 63 kilimeter,” ujarnya.
Ia beralasan, di kawasan itu perlu dibuatkan exit tol lantaran menjadi pintu masuk untuk mengangkut material tambang di Rembang.
“Kemarin saya sudah sampaikan exil tol di Kecamatan Rembang di sekitar Turusgede. Kemudian kami mengajukan di wilayah antara Kecamatan Sedan dan Pamotan. Sebab, di sana wilayah untuk mengangkut tambang kita, kelihatannya disetujui,” jelas Hafidz.
Terkait dengan pembebasan lahan, Hafidz belum bisa memberikan kepastian kapan dimulai. Ia hanya membocorkan, pembebasan lahan akan dilakukan setelah proyek Tol Semarang – Demak selesai.
“Pembebasan lahan (tol di Rembang) belum. Insya Allah dimulai setelah Demak (Tol Semarang – Demak) selesai. Nanti langsung diteruskan dengan pengadaan lahan Tol Demak – Tuban. Tidak sampai 2024,” tandasnya.
Untuk diketahui, semula Tol Demak – Tuban di Rembang masuk kawasan perkotaan. Namun rencana itu di protes oleh Pemkab Rembang. Kemudian Pemkab Rembang secara resmi mengajukan protes keberatan.
Infomasi terkini, protes tersebut ditanggapi dan rute tol kembali ke wilayah Rembang selatan. Sejumlah warga Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori kepada media ini Jumat (5/8-2022) mengaku senang mendapat kabar rute proyek jalan Tol Demak – Tuban dialihkan kembali ke selatan.
“Kami menyambut gembira jalan tol di pindah ke selatan. Klu kami keterjang jalan tol, kami mau tinggal dimana,” tandas Jamari warga Dukuh Bangker, Desa Sendangagung. (Yon Daryono).
