Sragen-Inspirasiline.com. Bidan yang membuka Praktik Mandiri mengaku menyelesaikan Pendidikan Profesi. Sejauh ini yang menamatkan Pendidikan Profesi di Kabupaten Sragen ditaksir baru 1% Diharapkan mereka bisa mengikuti Sertifikasi Profesi tersebut pada 2026.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sragen E. Tyas Damai Tatag Prabawanto menyampaikan, melanjutkan upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidan. Sesuai Undang-Undang Kebidanan Nomor 4 tahun 2019, Bidan yang buka Praktik Mandiri supaya menyelesaikan Pendidikan Profesi.
Pemerintah memberi kesempatan untuk menyesuaikan Amanat Undang-Undang dalam 7 tahun. Persyaratan tersebut ditegaskannya hanya untuk Bidan yang membuka Praktik Mandiri.
Sedangkan yang belum Profesi tetap bisa bekerja, namun bukan Praktik Mandiri,” Ungkap E. Tyas Damai Tatag Prabawanto dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) VII Sragen, Selasa (27/9/2022).
E.Tyas Damai Tatag Prabawanto menegaskan dengan Undang-Undang tersebut, Bidan Swasta yang membuka Praktik Mandiri harus sudah Profesi. Tentunya dengan tahapan Pendidikan Strata 1 Kebidanan dahulu. Baru dilanjutkan Pendidikan Profesi.
Sedangkan yang belum Profesi tetap bisa bekerja, namun bukan Praktik Mandiri,” Ungkapnya menegaskan
E.Tyas Damai Tatag Prabawanto menegaskan dengan Undang-Undang tersebut, Bidan Swasta yang membuka Praktik Mandiri harus sudah Profesi. Tentunya dengan tahapan pendidikan strata 1 Kebidanan dahulu, baru dilanjutkan Pendidikan Profesi.
Sejauh ini yang buka Praktik memang tidak banyak, yang terakomodasi dalam Bidan Delima ada lebih dari 150, kurang dari 200,” Ungkapnya menjelaskan.
Saat ini hanya 1% Bidan di Kabupaten Sragen yang menyelesaikan Pendidikan Profesi. Sedangkan yang sudah meraih Gelar Sarjana baru 15%. Sisanya baru mendapat Ijazah D3. Jumlah Bidan yang tergabung di IBI saat ini tercatat 1.352 orang.
Masih sedikit sekali, kendalanya dari masing-masing Instansi memang banyak, kami pilah-pilah yang senior dulu. Sekarang yang mengejar Frofesi ada empat kelas, masing-masing 50 orang. Akhir Oktober ada Wisuda dan awal tahun depan pengukuhan profesinya,” Ungkapnya.
Pihaknya menggandeng tiga Stikes, dua di Solo dan satu di Boyolali. Sertifikasi profesi ini juga menjadi pengaruh untuk peningkatan golongan.
”Kami mengimbau para Bidan, Sekolah ini kalau tidak terekrut Kepegawaian, setidaknya bisa untuk Praktik Mandiri. Terus Sekolah dan bisa Mandiri, agar tidak tergantung menjadi Abdi Sipil Negara ( ASN)” Ungkapnya memberikan semangat. (Sugimin/17)
