Walkota Tegal Bermain Layangan Bersama Ketua FORMI Anton Prabowo

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Permainan tradisional yang satu ini tidak hanya disukai oleh anak-anak saja, tapi juga tidak sedikit orang tua yang juga hobi bermain Layangan,  misalnya saja Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, ternyata suka juga bermain layangan.

 Meski dalam suasana yang cukup panas.  Dedy terlihat bermain asyik yang akhirnya parapimpinan OPD pun juga bergabung ikut bermain.

Seorang Dedy ternyata tidak canggung saat ngulukna (bhs Tegal) yang artinya menerbangkan. Dedy bermain layangan cukup asyik hampir 15 menit dubawah terik sinar matahari.

Aktivitas bermain layangan yang dilakoni Dedy,  dilakukan  saat membuka Lomba Layangan yang di selenggarakan oleh  Pelangi Cabang Kota Tegal Sabtu 1/10 /2022  di pertengahan ladang persawahan di Kelurahan Debong Tengah Kota Tegal.

Ketua Forum Olah raga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( FORMI ) Cabang Kota Tegal Anton Prabowo mengatakan bahwa Layangan salah satu cabang dari 22 cabang olah raga tradisional yang sudah masuk di dalam. FORMI kota Tegal. Kejuaraan layangan ini juga bentuk mengiri uri permainan tradisional supaya tidak punah. 256 peserta yang mengikuti lomba layangan ini ternyata bukan dari Kota Tegal saja, tapi dari berbagai daerah seperti Naaeta, Bandung,  Cirebon Kuningan, Pekalongan, Semarang malah ada peserta dari Bali.

Wali Kota Tegal, mengapresiasi penyelenggara kegiatan tersebut,  menurutnya lomba layangan adu tersebut merupakan upaya menyehatkan masyarakat melalu fisik dan pikiran.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya menyehatkan masyarakat melalui fisik dan pikiran,” tutur Dedy Yon yang juga ikut menerbangkan layangan dengan ukuran buluh 54-59 cm.

Dedy Yon menyampaikan lomba layangan sangkutan ini termasuk salah satu olahraga rekreasi. Sehingga selain menyehatkan tubuh karena beraktivitas fisik, juka menyegarkan pikiran dan sekaligus melatih untuk aktif berpikir mencari strategi jitu untuk menang sebab ini adalah lomba layangan sangkutan.

Lomba layangan sangkutan ini dapat menjadi media pendidikan budaya tradisional untuk generasi muda. Sebab olah raga atau aktivitas bermain layang-layang adalah kegiatan tradisional yang sudah sejak dulu ada serta digemari anak-anak dan kaum muda. Saya rasa lomba layang-layang perlu terus dilaksanakan secara berkala. Bahkan akan semakin baik lagi jika nantinya bukan hanya lomba layangan sangkutan, melainkan ada juga festival laying-layang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Lomba, Guntur, menyampaikan jumlah total 256 peserta, dibagi kedalam 4 pool, dan masing-masing pool 64 peserta. Lomba diselenggarakan selama dua hari, Sabtu (1/10) – Minggu (2/10).

Guntur menambahkan bahwa perkembangan pencinta layang-layang adu di Kota Tegal cukup bagus, sebelumnya memang diakui belum ada wadah komunitas, setelah bergabung dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) layangan aduan menjadi salah satu cabang olah raga dari FORMI.

Sebelumnya Guntur menjelaskan pihaknya beberapa kali menyelenggarakan even serupa. Ia berharap, penggemar layangan adu akan semakin bertambah di Kota Tegal.

Tak lupa Guntur sampaikan adalah dengan mengikuti lomba-lomba layangan adu akan menambah erat tali silaturahmi sesama pencinta layangan adu dan menambah semakin banyak saudara. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *