Kantor LSM Kalijaga82 Grobogan Digeruduk Ormas PP, Ada Apa?

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila Grobogan menggeruduk kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalijaga 82 di Ruko Kencana, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat siang (17/4/2026) Kedatangan anggota ormas tersebut sempat memicu ketegangan antara kedua pihak.

Kehadiran ormas PP ke kabtir LSM Kalijaga82 dipicu oleh adanya dugaan bahwa LSM Kalijaga 82 sering mengganggu atau “merekoki” program pemerintah yang tengah berjalan, khususnya program MBG dan KDMP yang menjadi prioritas dari Presiden Prabowo Subianto.

Keributan terjadi saat puluhan anggota Pemuda Pancasila memaksa masuk ke dalam kantor LSM. Situasi sempat memanas di lokasi sebelum akhirnya dapat dikendalikan.

Kejadian ini berawal dari beredarnya surat terbuka yang dibuat LSM Kalijaga 82 yang isinya ada rencana pembentukan tim pengawas untuk program MBG dan KDMP. Rencana tersebut mendapat penolakan keras dari Pemuda Pancasila yang mengaku sebagai bagian dari tim pendukung program pemerintah.

Ketua Pemuda Pancasila Grobogan, Wasono Nugroho, yang ikut hadir menyatakan pemerintah telah memiliki sistem pengawasan resmi di masing-masing daerah., baik di tingkat Kabupaten maupun kecamatan Karena itu, pihaknya menilai pembentukan tim pengawas baru tidak diperlukan dan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

“Siapa pun yang mengganggu atau menghambat program MBG dan KDMP akan berhadapan dengan Pemuda Pancasila,” tegas Wasono.

Sementara itu Ketua LSM Kalijaga 82, Sutrisno, membantah tudingan bahwa pihaknya mengganggu program pemerintah. Ia menegaskan, rencana pembentukan tim pengawas justru bertujuan untuk memastikan program berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Menurut Sutrisno, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. Di antaranya terkait kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, seperti ditemukan dalam kondisi basi hingga terdapat ulat. Ia juga menyebut adanya kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan program tersebut.

“Kami hanya ingin ikut mengawasi agar program ini berjalan sesuai tujuan dan tidak merugikan masyarakat. Kalau ada apa-apa kita laporkan ke pengawas MBG. Selama ini tidak ada tindakan tegas dari BGN terhadap SPPG yang terkena masalah baik yang menunya basi, ada ulat hingga terjadi keracunan dan berujung kematian,” ujarnya.

Setelah melalui dialog antara kedua pihak, ketegangan akhirnya mereda. LSM Kalijaga 82 bersama tim media yang tergabung dalam rencana pengawasan menyatakan tidak akan mengganggu jalannya program pemerintah.

Sementara itu, Pemuda Pancasila menegaskan akan tetap melakukan pemantauan terhadap berbagai pihak yang dianggap berpotensi mengganggu program MBG dan KDMP.

Usai tercapai kesepakatan, puluhan anggota Pemuda Pancasila kemudian membubarkan diri dan meninggalkan kantor LSM Kalijaga 82. Situasi di lokasi pun kembali kondusif. (jk/rust)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *