Sragen-Inspirasiline.com. Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) sejumlah Desa di Kabupaten Sragen menjadi sorotan, Rabu (19/10)2022). Pasalnya, Bimtek yang digelar di salah satu hotel di Solo menjelang pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Bimtek yang digelar ini terkait Sistem Informasi Pengelolaan Aset Desa (Sipades) dan Badan Usaha Milik Desa ( BUMdes). Namun ada Desa yang memutuskan menunda pelaksanaan Bimtek tersebut.
Sejumlah Desa yang menggelar Bimtek pada Rabu (19/10/2022) ini berasal dari Kecamatan Gemolong, Gesi, Miri dan Tangen. Namun Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong memilih menunda pelaksanaan Bimtek bulan ini.
Sempat tersiar kabar Pelaksanaan Bimtek Perangkat Desa (Perdes) tersebut terkesan terburu-buru. Lantaran dilaksanakan sebelum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), padahal keberadaan Perdes sangat diperlukan selama proses Pilkades.
Kepala Desa (Kades) Purworejo, Kecamatan Gemolong Ngadiyanto yang akrab disapa Dipo saat dihubungi menyampaikan pihaknya memutuskan belum menggelar Bimtek bulan ini.
”Benar Gemolong ada sekitar 8 atau 9 Desa yang ikut. Kalau tempatnya di Solo, jelasnya tidak tahu,” Ungkapnya.
Terkait kabar belum ada lampu hijau dari Pimpinan, menjadi salah satu alasan belum menggelar Bimtek.
”Lha karena itu tempat saya belum bimtek,” Ungkapnya menjelaskan.
Camat Gemolong, Ancil Sudarto saat dihubungi soal Bimtek, justru tidak tahu menahu terkait pelaksanaan Bimtek Perdes.
”Maaf, kami malah belum pernah rembugan terkait Bimtek, bisa dikonfirmasi dengan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD)” Ungkap Camat Ancil Sudarto saat dihubungi melalui pesan singkat
Sementara Camat Miri Rudi Hartanto menjelaskan Bimtek Perdes ini cukup penting. Ada dua Bimtek yang krusial. Yakni terkait Sistem Informasi PengelolaanAset Desa (Sipades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
”Di Miri diikuti 10 Desa, termasuk yang menggelar Pilkades 1 Desa Gilirejo Baru,” Ungkapnya.
Terpisah, Camat Gondang Guntur Rilo Subroto menyampaikan Wilayah Kecamatan Gondang dan Kecamatan lainnya seperti Sumberlawang, Mondokan dan Sambungmacan sudah menggelar Bimtek pekan lalu. Bimtek sendiri dibagi menjadi dua tema, sama seperti penjelasan Camat Miri.
Guntur Rilo Subroto menjelaskan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diikuti Sekretaris Desa (Sekdes). Sedangkan untuk Bimtek Aplikasi Sipades diikuti Admin Desa. Tergantung masing-masing Desa menunjuk petugas. Bisa dari Kaur Kesra, Kaur umum dan sebagainya. Namun yang jelas diberangkatkan dua (2 ) Perdes
Pihaknya menerangkan Sipades sangat urgent karena itu merupakan program aplikasi baru. Sehingga menurutnya harus dikenalkan ke Admin Desa. Sedangkan untuk BUMDes, arahnya untuk Pemberdayaan Desa.
Perihal ada Desa yang tidak memberangkatkan, pihaknya tidak mempersoalkan.
”Kalau tidak mengikuti Bimtek ya monggo, Karena sudah ada Anggarannya. Kalau tidak ikut Anggaran yang ada di masing-masing Desa masuk Silpa. Menurut saya peniting daripada 2023 nanti kebingungan, karena Anggarannya, ya ada di masing-masing Desa,” Ungkapnya. (Sugimin/17)
