Rembang-Inspirasiline.com. Pengusaha produk makanan maupun pendamping program sertifikasi halal gratis (Sehati) di Rembang masih kesulitan mengurus sertifikasi halal.
Hal ini lantaran program akses internet atau web saat ini sedang ngadat. Selain itu, beberapa di antara mereka tidak paham program di komputer.
Kendala teknis lainnya beberapa pengusaha menyakini tak perlu program itu. Lantaran punya pelanggan tetap. ”Padahal program gratis. Produk ini bisa dimanfaatkan dalam program-program pemerintah dan menyakinkan para pelanggan dan pembeli,” beber salah satu pendamping Zulkarnain kepada media, kemarin.
Para pengusaha juga belum yakin dengan komunikasi yang dibangun pendamping program itu.

”Mereka (para pengusaha, Red) belum kenal atau yakin dengan kehadiran pendamping Sehati. Sehingga khawatir dengan penipuan,” ujarnya.
Zulkarnain memaklumi itu karena dalam peng-upload-an pengusaha dimintai identitas kependudukan seperti KTP.
”Itu memang bersifat pribadi, padahal dari pendamping ada pakta integritas merahasiakan data pribadi atau perusahaan. Termasuk resep-resep makanannya,” tegasnya.
Zulkarnain mengakui, pendamping tidak dari satu kabupaten tetapi satu Provinsi. Inilah yang jadi kendala. Terutama soal keyakinan, apakah ini penipuan atau tidak. ”Misal di Rembang, ada pendamping dari Jepara. Tidak hanya di Rembang saja,” terangnya.
Karena belum sesuai target, program Sehati tahap dua diperpanjang hingga Selasa (8/11). Padahal rencana penutupan 19 Oktober.
Pendamping program itu hingga kini baru mendata 166 UMKM. Padahal UMKM di Rembang mencapai 41 ribu.
Dari hasil pengumuman badan penyelanggara jaminan produk halal Kementerian Agama RI, program Sehati 2 ditarget 324.834. Itu telah dimulai sejak 24 Agustus.
Program ini mengacu keputusan kepala Badan Penyelenggaraa Jaminan Produk Halal.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz menegaskan sertifikasi halal diperuntukan pelaku UMKM. Diakuinya, sertifikat halal yang dikeluarkan Kemenag agak berbeda dengan kemarin-kemarin.
”Sekarang lebih mudah. Hanya melalui satu aplikasi. Selain itu juga tidak di pungut biaya untuk pengurusan izin yang mikro,” katanya kepada media. (Yon Daryono)

https://azithromycinca.com/# how to get doxycycline cheap
best price doxycycline uk