Rembang-Inspirasiline.com. Operasi bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap III tahun 2022, di Desa Bogoharjo, Kecamatan Kaliori, Rabu (9/11), ditutup. Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Komandan akodim (Dandim) Rembang, Letnan Kolonel Czi Parlindungan Simanjuntak, di Lapangan Desa Bogoharjo, Kecamatan Kaliori.
Dandim Patlindungan Simanjuntak mengatakan pengerjaan proyek TMMD yang dilakukan di Desa Bogoharjo itu terkendala ketika terjadi hujan di sore hari.

“Yang selama ini sering kita kerjakan sering hujan, pada sore hari. Maka kita maksimalkan pada pagi hari,” ujar Parlindungan.
Anggaran untuk mendukung TMMD menurut Dandim berasal dari sharing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi sebesar Rp 228 juta dan APBD Kabupaten Rp. 125 juta.

Pada kesempatan yang sama Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengungkapkan, walaupun pengerasan jalan yang dilakukan melalui TMMD telah dilakukan 2 kali, namun belum sampai Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari, sehingga pihaknya pada tahun 2023 nanti mengupayakan pengerasan sehingga ada kesinambungan.
“Pemerintah akan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Tadi kan belum tuntas sampai titik akhir. Oleh karena itu, kita sambung program reguler dari pemerintah,” ujarnya.
Qbdul menjelaskan dengan adanya pembangunan jalan itu bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Karena jalan bersangkutan merupakan jalan akses bagi warga Kecamatan Kaliori yang ingin potong kompas apabila ke Rembang.
Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, melalui program TMMD membangun jalan berada di Dusun Borak hingga Dusun Kliteh. Sedangkan pada tahun ini membangun jalan penghubung Dusun Kliteh menuju Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari. Saat ini, masih menyisakan 1 kilo meter jalan menuju Dusun Ngumpleng yang belum dikeraskan.(yon Rembang)
