Grobogan-Inspirasiline.com. Setidaknya ada 3 desa di wilayah Kec. Tawangharjo Kab. Grobogan tergenang banjir akibat luapan Sungai Lusi yang berada di wilayah Kab. Blora. Banjir di 3 desa tersebut adalah desa Mayahan, desa Jono dan desa Pulongrambe yang berada di Kec. Tawangharjo Grobogan. Air luapan tersebut diketahui warga datang pada Kamis (1/12/22) pagi.

Pantauan Inspirasiline.com di lapangan, seperti di desa Jono Tawangharjo terlihat banjir menggenangi sawah dan sebagian pemukiman setinggi lutut orang dewasa, serta menenggelamkan sumur sumur produksi garam rakyat, Jumat (2/12/22). Dengan adanya banjir kiriman tersebut, secara otomatis sumur sumur garam rakyat tak bisa berproduksi.
Kepala Desa Jono Eko Winarto SPd saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa banjir kiriman tersebut tidak hanya kali ini saja namun setiap tahunnya pasti terjadi ” Banjir di desa kami sudah sering terjadi, mungkin kali ini yang cukup besar” ungkapnya. Meski tidak ada korban jiwa, namun setidaknya 15 rumah terendam air setinggi lutut, dan garam rakyat yang menjadi ikon desa Jono tak bisa berproduksi. Kerugian yang timbul ditaksir sekitar Rp.100 jutaan.

” Produksi garam rakyat sehari bisa 1 ton garam, karena sumur tergenang air maka otomatis tak bisa memproduksi garam dong.” beber Kades Jono.
Camat Tawangharjo Joko Supriyanto, SSTP, MSi yang saat itu berada di lokasi genangan air di desa Jono, menjelaskan air banjir luapan sungai Lusi di wilayah Blora yang menggenangi desa Mayahan, Jono, dan Pulongrambe, meski tak ada korban jiwa namun menggenangi areal sawah warga dan sumur garam di desa Jono. Disamping itu banjir juga memutus akses warga desa Jono yang akan bepergian ke arah jalan raya Purwodadi-Blora. ( jkwi)

Menurut saya banjir ini adalah merupakan banjir kala ulang 10 tahunan. Jadi bukan kali ini saja.