Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengajak masyarakat khususnya masyarakat Sragen untuk tetap waspada dan ikut aktif berupaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS. Ajakan orang nomor satu di Kabupaten Sragen tersebut disampaikan bersamaan dengan Peringatan Hari Aids di Kabupaten Sragen dilaksanakan di Ruang Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Kamis (1/12/2022).
“Saya mengajak para Generasi Muda, Instansi Pemerintah, Swasta, LSM serta seluruh masyarakat Sragen untuk bersama-sama berupaya menghentikan pertambahan kasus HIV AIDS di Sragen. Semua harus saling bersinergi supaya tidak ada lagi pertambahan kasus HIV AIDS dapat lebih efektif,” Ungkapnya
Komisi Pemberantasan Aids (KPA) bersama Baznas Sragen menyerahkan bantuan pendidikan senilai Rp500.000 per anak dan bantuan makanan tambahan kepada 30 orang anak di Sragen.
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan, berdasarkan data yang ditemukan itu ada sebanyak 1.712 kasus. Yang tergolong pada kelompok Usia Produktif antara 20-49 tahun.
Dengan pemahaman yang komprehensif, kita akan tahu bagaimana sebenarnya penyebaran HIV AIDS. Sehingga di masyarakat kita tidak akan muncul kekawatiran berlebihan terhadap HIV AIDS. Ketidaktahuan tentang HIV AIDS, justru akan berakibat negatif khususnya pagi penderita AIDS.
“Selama ini kita cenderung menyingkirkan mereka dan memberikan Stigma Negatif kepada meraka. Para penderita AIDS adalah manusia biasa yang butuh empati dan dukungan moral dari lingkungan. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang HIV AIDS maka kita akan menjadi lebih berempati terhadap penderita AIDS. Sehingga secara tidak langsung, kita turut serta meringankan beban penderita HIV AIDS,” Tutur Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati
Menurutnya kesadaran dan pemahaman tentang HIV/AIDS perlu ditingkatkan. Pihaknya mengapresiasi para pendamping dan aktivis Yayasan Spadi yang terus mendampingi para penderita HIV/AIDS. Termasuk aktivias Organisasi Perempuan, terutama Anggota PKK bisa mengedukasi lingkungan sekitar..
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen berharap semua Stakeholders untuk bekerja mendeteksi semua potensi penderita HIV/AIDS. Kalau dulu Gunung Kemukus menjadi lahan utama untuk deteksi kasus, menurutnya, sekarang tak lagi. Gunung Kemukus sekarang bersih dari praktik prostitusi.
Ketua Harian KPA Sragen Haryoto, mengatakan, pesan kuncinya adalah promosi Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS dilakukan di semua lini.
“Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan remaja. Selain itu, menggerakan perempuan dan remaja aktif dalam pencegahan dan meningkatkan kesetaraan dan pelayanan tes dan pengobatan HIV/AIDS,” Ungkapnya. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Luxury cleaning perfection, treats our penthouse with proper care. Setting the luxury standard. Luxury delivered.