Grobogan-Inspirasiline.com. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus mendorong budaya produktif dan kemandirian ekonomi di lingkungan kerja melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Salah satu contoh nyata ditunjukkan oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan BKPH Jatipohon, Radik Saputro, bersama istrinya, Siti Fitriyah, yang merupakan anggota Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK) Cabang Purwodadi, dengan mengembangkan usaha ternak ayam petelur di pekarangan rumah dinas RPH Jangglengan pada Rabu (24/06/2026).
Pada tahap awal, usaha produktif tersebut memelihara sebanyak 50 ekor ayam petelur yang ditempatkan pada kandang sederhana namun tertata rapi dan memperhatikan aspek kebersihan serta kesehatan ternak. Selain menghasilkan telur untuk kebutuhan keluarga, usaha ini juga diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif bagi masyarakat sekitar.
Pemanfaatan pekarangan rumah dinas ini merupakan bentuk implementasi semangat pemberdayaan keluarga dan optimalisasi aset yang dimiliki, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan manfaat sosial. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga karyawan.

Selain aspek ekonomi, usaha ternak ayam petelur skala rumah tangga juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan peternakan sederhana, pemanfaatan limbah organik sebagai pakan tambahan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk kreativitas dan semangat kemandirian yang patut dicontoh.
“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kepala RPH Jangglengan bersama keluarga dalam memanfaatkan pekarangan rumah dinas menjadi usaha yang produktif. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi karyawan Perhutani maupun masyarakat sekitar untuk terus berinovasi dan memanfaatkan potensi yang ada secara optimal,” ujar Untoro.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik Saputro, menyampaikan bahwa usaha ternak ayam petelur tersebut berawal dari keinginan untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah dinas agar lebih bernilai guna.
“Kami melihat masih terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan memelihara ayam petelur, kami berharap dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai usaha peternakan skala rumah tangga. Ke depan, kami berencana mengembangkan usaha ini secara bertahap sesuai kemampuan dan ketersediaan lahan,” jelas Radik.
Hal senada disampaikan oleh Siti Fitriyah, anggota IIK Cabang Purwodadi, yang aktif mendampingi pengelolaan usaha tersebut sehari-hari.
“Kami merasa senang dapat berkontribusi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, usaha ini juga melatih ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam merawat ternak setiap hari. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menginspirasi anggota IIK lainnya untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber kegiatan produktif yang bernilai ekonomi,” ungkap Fitriyah.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi menunjukkan komitmennya dalam mendorong terciptanya keluarga karyawan yang mandiri, kreatif, dan produktif. Pemanfaatan pekarangan rumah dinas menjadi usaha peternakan juga menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga serta mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. (jk/Aris).
