Pati-Inspirasiline.com. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati menginventarisasi ada tujuh tanggul sungai dalam kategori kritis dan rawan jebol.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Pati Sudarno mengatakan, tujuh tanggul sungai itu, berada di Sungai Gadu di Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Sungai Bangau di Desa Tunjungrejo, Margoyoso, Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso, dan Sungai Kuro di Desa Waturoyo, Margoyoso. Sedangkan tiga titik tanggul lain, berada di Sungai Pangkalan. Meliputi di titik Desa Pangkalan, Bulumanis Lor, dan Desa Pohijo yang ada di Kecamatan Margoyoso.
”Sementara itu untuk penanganannya, kalau dari DPUPR Pati kami penyediaan alat,” ungkap Sudarno.

Untuk diketahui, akibat banjir di Kabupaten Pati menyebabkan sejumlah tanggul sungai jebol. Dengan begitu, tanggul sungai yang kritis ini menjadi perhatian banyak pihak.
Selain yang diinventarisasi oleh Bidang Sumberdaya Air DPUPR, tanggul sungai yang rawan jebol juga banyak terdapat di sungai-sungai yang ada di Kecamatan Batangan. Pada Jumat (17/12) lalu, banjir menggenangi Desa Ketitang Wetan dan Klayusiwalan, Batangan. Penyebabnya juga sama. Akibat banjir bandang.
Warga pun was-was. Sambil berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap tanggul-tanggul yang rawan jebol ini. Hal ini seperti yang diungkapkan Sujaid, salah seorang warga Ketitang Wetan, Batangan.
”Di wilayah kami ini, banjir sering terjadi diakibatkan tanggul yang jebol belum bisa diperbaiki. Warga berharap, tanggul kritis mendapat perhatian serius. Sebab, banjir ini menjadi langganan setiap tahun,” paparnya.
Dari data yang dihimpun di lapangan, diketahui ada empat titik tanggul yang kritis. Warga menyesalkan belum adanya langkah kongkret yang diambil pemerintah kabupaten dan pihak berwenang.
”Warga sudah mengingatkan soal tanggul rawan jebol,” pungkas Sujaid. (Yon Daryono).
