Rembang-Inspirasiline.com. Kabupaten Rembang meloloskan 19 cabang olahraga (Cabor), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, Aguatus 2023.
Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang, Vivit Dina Rini Atnasari mengatakan hal itu, saat Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI di Balroom Hotel Fave Rembang, Rabu (28/12/2022).

Dalam sambutannya, Vivit memperinci 19 cabang olahraga itu meliputi 6 Cabor tuan rumah yang secara otomatis lolos tanpa kualifikasi yakni cabang catur, wushu, pencak silat, muaythai, bola voli pantai dan rugby.
Sedangkan 13 Cabor lainnya yakni, kickboxing, senam, bulutangkis, binaraga dan fitness, menembak, taekwondo, bridge, panjat tebing, pentaque, esport, tenis meja, atletik dan selam.
“Diajang Porprop 2018 di Solo Rembang berada di rangking 33, sedangkan untuk 2023, kami tidak ingin muluk-muluk. Kita targetkan bisa menduduki posisi 18 besar, “ ujar Vivit.

Vivit juga memohon kepada Pemkab Rembang untuk lebih memperhatikan fasilitas tempat pertandingan atau venue.
“Kami iri dengan Kabupaten Pati, fasilitas olahraga di sana bisa membuat sektor olahraga terasa menggeliat. Anak-anak mudanya semangat olahraga, “ imbuh Vivit.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ yang hadir dalam kesempatan tersebut meminta seluruh cabang olahraga menjaga kekompakan.
Soal dana pembinaan olahraga dan venue pertandingan, Pemkab siap mendukung sesuai porsi dan kapasitasnya.
“Pemkab selalu mendukung KONI demi prestasi, tentu dengan porsi. Tetap jaga soliditas, karena kebersamaan menjadi sangat penting. Di sini kan ada dua Wakil Ketua DPRD, yakni Gus Ipul dan Mas Supriadi. Beliau berdua bisa membantu KONI dalam badgeting anggaran. Kami di Pemkab tinggal mengeksekusi,” tandas Hanies..
Tempat pertandingan sekelas sport center, menurut Wakil Bupati akan diupayakan lebih cepat.
“Kalau tidak di tahun ini, ya tahun depan. Semoga bisa terealisasi dengan cepat, “ tandas Wabup.
Gus Hanies, demikian sapaan akrab Wakil Bupati menekankan kepada jajaran KONI dan pengurus cabang olahraga untuk berhati-hati dalam mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.
“Ini yang paling penting, mesti berhati-hati. Laporan dan pajaknya, mesti diperhatikan, “ pungkasnya. (Yon Daryono).
