Sragen-Inspirasiline.com. Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat 78 di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (16/6/2026). Hasil pengecekan menunjukkan pembangunan berjalan sesuai target dan diyakini siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai pada Juli mendatang.
Kunjungan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares, dan disambut Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati H. Suroto, Sekretaris Daerah dr. Hargiyanto, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Yuniarti.
Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan kemajuan pembangunan yang diterima Pemerintah Pusat dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Selama ini kami menerima laporan dalam bentuk angka. Hari ini kami hadir untuk memeriksa langsung. Setelah kami lihat, progres pembangunan sesuai dengan laporan yang kami terima dan teman-teman di lapangan optimistis Sekolah Rakyat ini dapat digunakan pada 13 Juli mendatang,” kata Armindo.

Ia menjelaskan, kemajuan pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 43,7 persen. Sesuai target kontrak, pekerjaan diselesaikan pada 20 Juni 2026, sementara proses penyelesaian dan pengaturan seluruh fasilitas yang dijanjikan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Menurut Armindo, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat terendah.
“Presiden berharap Sekolah Rakyat ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang disiapkan negara,” ujarnya.
Secara nasional, saat ini terdapat 93 titik Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di berbagai daerah. Khusus di Sragen, pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sekitar Rp222 miliar dari total nilai proyek nasional sebesar Rp1,3 triliun.
Kompleks Sekolah Rakyat Sragen dibangun dengan fasilitas yang cukup lengkap. Terdapat 23 gedung utama yang meliputi ruang belajar jenjang SD, SMP, dan SMA, Masjid, delapan asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, kantin, gedung serba guna, ruang utilitas, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan verifikasi yang dilakukan Kantor Staf Presiden. Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan keseimbangan antara laporan kemajuan pekerjaan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Staf Presiden yang melakukan verifikasi langsung atas capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen. Alhamdulillah antara data yang disampaikan dengan kondisi lapangan itu klop. Progresnya sangat bagus dan insyaallah ketika tahun ajaran baru dimulai sudah bisa digunakan,” ujar Bupati Sigit Pamungkas.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Sragen nantinya memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sigit berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Sragen, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
“Harapan kami masyarakat Kabupaten Sragen dapat memanfaatkan Sekolah Rakyat ini sebaik-baiknya, seperti yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo. Masyarakat yang tidak mampu menikmati pendidikan terbaik di negaranya, yang nantinya dapat mentransformasikan kehidupan keluarganya ke arah yang lebih baik,” tutupnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, sehingga proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat. (Sugimin/17 – Release Diskominfo Sragen)
