Rembang-Inspirasiline.com. Potensi buah durian di Kabupaten Rembang tidak hanya dimiliki oleh Desa Ceriwik, Kecamatan Pancur, tetapi juga dimiliki oleh Desa Pakis, Kecamatan Sale. Rasa durian Pakis tak kalah lezat dengan durian daerah lainnya.
Nikmatnya durian Pakis baru saja dinikmati Bupati Rembang H.Abdul Hafidz bersama rombongan Komunitas Trail Rembang seusai trabas. Para pejabat juga nampak menikmati cita rasa buah yang pada bulan Januari ini sedang musim panen.


Kepala Desa Pakis, Sholikin mengatakan, di desanya memiliki potensi durian yang saat ini masih sedikit dari segi kuantitas atau jumlahnya. Sehingga kegiatan trabas yang dilanjutkan dengan penanaman pohon durian ini juga menjadi solusi untuk menambah jumlah durian pakis.
Hanya ada sepuluh pohon durian yang ada di Pakis, namun usianya mencapai hampir 300 tahun.
“Menurut Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Jawa Tengah, mereka sudah cek durian pakis itu usianya rata- rata 200 sampai 300 tahun. Pohonnya itu dirangkul tiyang kaleh itu mboten cekap (pohonnya dipeluk orang dua itu tidak cukup) itu masih ada, ” ungkap Solikin.
Dari potensi durian dan usia pohonnya yang berusia ratusan itu membuat Pemerintah Desa (Pemdes) setempat memiliki wacana untuk mengembangkannya. Jika berhasil mengembangkan potensi ini harapannya bisa berdampak kepada kesejahteraan warga.
Dia mencontohkan pemilik pohon durian bernama Tomo. Satu pohon miliknya sekali panen mampu meraup uang sebesar Rp16 juta.
“Itu Pak Tomo menjual 3 durian Rp 100 ribu. Berarti kalau dikalkulasi 1 pohon saja bisa Rp 16 juta bagaimana kalau kita kembangkan, ” imbuhnya.
Sementara ini karena jumlahnya terbatas, penjualan langsung dilakukan di lokasi pohon durian. Pembeli biasanya langsung menuju ke Pakis atau menemui pemilik pohon durian.
“Biasanya pembeli langsung ke pohonnya, di sini itu yang terkenal pak Saeri dan pak Tomo yang punya pohon durian, itu yang umur pohonnya sudah purba atau tua.” Papar Sholikin.
Lebih lanjut , Sholikin menuturkan keberadaan pohon durian ini bisa disinergikan dengan potensi wisata alam di desa seperti bukit Gading.
“Jadi kita buat paket wisata, nanti selain berwisata muncak di atas bukit juga bisa melihat, makan durian, ” tuturnya.
Sementara itu menurut Bupati Rembang Abdul Hafidz potensi durian ditambah dengan usia pohonnya yang hampir 300 tahun sangat menarik. Terutama jika dijadikan paket wisata di Desa Pakis.
” Nanti dipublikasikan ada durian pohonnya 300 tahun di sini dan masih produktif, ini yang akan membuat orang penasaran. Nanti saya titip pak kepala dinas pariwisata pengembangan wisata di Pakis dikasih anggaran Rp 50 juta sampai Rp 100juta untuk 2024, tandas Hafidz. (Yob Daryono)

I enjoy the efforts you have put in this, regards for all the great blog posts.