Rembang-Inspirasiline.com. Nilai Investasi Kabupaten Rembang tahun 2022 cukup menggembirakan. Data yang di dapat media ini dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang menyebutkan, investasi mencapai Rp 1,6 triliun, dengan serapan tenaga kerja 25.042 orang dan menumbuhkan 3.655 pelaku usaha baru.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rembang, Imung Tri Wijayanti mengutarakan, kinerja investasi dapat dibilang sangat bagus, mengingat di tengah pandemi Covid-19 dan perekonomian global yang sedang tidak baik, realisasi investasi mencapai Rp 1.654.832.953.562.

Total investasi yang dibukukan tersebut terbagi dua. Pertama atas realisasi investasi Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar Rp 781.410.757.278 dan Non UMK sebesar Rp 873.422.196.284.

“Dengan total potensi serapan tenaga kerja sebanyak 25.042 tenaga kerja. Sehingga menjadikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Rembang turun sebesar 1,91 persen menjadi 1,76 persen dari 3,67 persen pada tahun 2021,” terangnya.
Kinerja investasi tahun 2022 juga mencatat tumbuhnya pelaku usaha baru sebanyak 3.655 pelaku usaha dengan dominasi pelaku UMK sebanyak 3.635 pelaku usaha dan pelaku Non UMK sebanyak 20 pelaku usaha yang tersebar di 14 kecamatan.
Imung menambahkan, ada lima besar sektor usaha penyumbang realisasi investasi, sektor industri mineral non logam, sektor Jasa, sektor perdagangan dan reparasi, sektor Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki dan sektor konstruksi.
Sedangkan lima besar sektor usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja paling tinggi adalah pada sektor perdagangan dan reparasi sebanyak 7.082 tenaga kerja, sektor industri barang dari kulit dan alas kaki sebanyak 3.672 tenaga kerja, sektor industri makanan sebanyak 3.421 tenaga kerja, sektor jasa lainnya sebanyak 3.141 tenaga kerja dan sektor konstruksi sebanyak 1.218 tenaga kerja.
“Ini jadi sejarah baru dalam capaian angka pengangguran terbukanya sebesar 1,76 persen dengan peringkat teratas yang memiliki tingkat pengangguran terbuka terkecil di Jawa Tengah,” katanya.
Menurutnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir, realisasi investasi di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan hadirnya perusahaan besar yang memberikan dampak ekonomi yang luas di Kabupaten Rembang seperti PT Semen Gresik, PT Pembangkitan Jawa – Bali, PT Omya Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Kelola Biotech, International, PT Handal Sukses Karya, dan PT Heng Xuan International. (yon daryono)
