Rembang-Inspirasiline.com. Akibat gelombang besar, sebagian besar nelayan tradisional di Rembang tidak berani melaut. Jika ada satu dua nelayan yang nekat melaut, cukup beresiko perahunya di gulung ombak.
Waktu menganggur, lebih banyak dimanfaatkan para nelayan untuk memperbaiki perahu atau nguku (memperbaiki jaring).

Sejumlah nelayan tradisional di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, membenarkan kondisi tersebut. mereka mengaku sebagian besar nelayan di desa ini lebih memilih tidak melaut.

“Memang ada satu dua nelayan yang nekat melaut. Namun beresiko cukup tinggi atas keselamatan jiwanya. Karena, sewaktu-waktu bisa saja datang gelombang besar, sehingg perahunya di gulung ombak. Maka kami sebagian besar nelayan di sini lebih memilih menghindari resiko,” tutur Jumari, salah seorang nelayan Bonang kepada media ini, Kamis (26/1).

Hasan, salah satu nelayan lain menyatakan, semua nelayan Bonang menggunakan jaring trawl mini atau jaring cotok.
Hal sama juga di ungkapkan nelayan tradisional di Pacar, Waru dan Pandean Rembang Kota. Di Pangkalan dan Manggar, Sluke serta Karangmangu Sarang.
Saat ini mereka mengamankan dan menambatkan puluhan perahu di pantai desanya masing-masing, agar tidak rusak akibat di terjang gelombang cukup besar.
“Hampir tiap tahun kami harus melewati masa laip atau sepi seperti saat ini karena cuaca tidak bersahabat. Yakni munculnya gelombang besar. Sehingga kami tidak berani melaut,” tutur Cholis dan Yas, dua nelayan warga Pacar dan Waru. (Yon Daryono)
