Bupati Sragen Mengajak GOW Berperan Tekan Angka Stunting 

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sragen diminta  ikut menurunkan Kasus Stunting di Kabupaten Sragen. Peran aktif GOW selama ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan ibu dan perempuan terkait pencegahan Stunting.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan, GOW merupakan wujud eksistensi dan kontribusi kaum perempuan di tengah masyarakat.

“Perempuan itu luar biasa. Mari buktikan perempuan juga bisa berperan dalam melaksanakan pembangunan di Sragen,”  Ungkapnya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) GOW Ke-53 Kabupaten Sragen Tahun 2023, di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen Kamis (16/2/2023).

 Yuni sapaab akrab Bupati Sragen itu mengajak GOW berperan dalam meningkatkan Kualitas Perempuan Sragen menurunkan angka Stunting melalui Gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pada pekan lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen  melakukan Studi Banding di Sumedang, Jawa Barat  belajar menangani Stunting. Hasil dari Studi Banding tersebut menunjukkan Pemanfaatan Teknologi Penting  mengoptimalkan upaya menekan Stunting. Ilmu yang didapat dari Studi Banding akan diterapkan di Sragen. Dengan Ilmu tersebut sebagai upaya Percepatan Penanggulangan Stunting di Sragen.

“Programnya bagus. Sragen punya kader di lapangan. Biar tidak gaptek, masing-masing dikasih Ponsel untuk Input Data. Lewat program itu bisa lihat Penatalaksanaan di masing-masing Bidang. Jadi memang dipetakan betul. Belajar ke Sumedang itu hasilnya bisa diimplementasi,” Ungkap Yuni

Menurutnya kunci Penanganan Stunting itu terletak pada Kader dan Kolaborasi. Yang terjadi selama ini Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) jalan sendiri, begitu pula Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan.

“Bayangkan kalau semua Kader itu Teroganisasi dengan baik. Yang mengukur Balita itu Kader Posyandu, Verifikasi Data dilakukan Kader Kesehatan, dan untuk laporan bareng, maka bisa cepat dalam Penanganan Stunting,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati

Angka Stunting di Sragen naik dari 4.353 Anak pada 2021 menjadi 5.085 Anak pada 2022. Hal ini salah satunya disebabkan belum adanya Kolaborasi Antar Kader Kesehatan. Ke depan, Kader Kesehatan tak boleh lagi bekerja parsial dalam menangani Stunting dan jangan Gagap Teknologi (Gaptek).

Upaya penurunan Stunting, katanya, bisa dilakukan dengan terus membudayakan PHBS di masyarakat. Misalnya dengan Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Rumah Tangga sendiri secara mandiri. Keterlibatan GOW dalam gerakan ini dinilai penting.

Sementara, Ketua GOW Sragen, Damai Tatag Prabawanto mengatakan, GOW Sragen akan terus berupaya memberikan masukan dan pemikiran kepada Pemkab Sragen. Hal ini mengingat GOW merupakan Mitra Pemerintah untuk membantu serta mendukung Kegiatan dan Program Pemerintah.

GOW, lanjutnya, merupakan Organisasi yang berperan Pemberdayaan Perempuan dan mempunyai Konsistensi dalam memperjuangkan Peningkatan Peran, Kualitas dan Wawasan Kaum Perempuan khususnya di Sragen.

Damai Tatag Prabawanto  berencana menginstruksikan setiap Organisasi Anggota memiliki binaan satu Posyandu dalam Penanganan Stunting.

“Ada 32 Organisasi di GOW, tetapi yang aktif hanya 30 Organisasi. Termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sudah Berkiprah dalam Penanganan Stunting,” Ungkapnya.

Pada rangkaian tersebut juga dilaksanakan Lomba Tumpeng  diikuti 24 Tim. Serta Penyerahan Beasiswa bagi siswa kurang mampu dari Baznas Sragen. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *