Blora-Inspirasiline.com. Sejumlah petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menolak rencana pemerintah pusat untuk mengimpor beras sepanjang produksi pangan dapat disiapkan di dalam negeri. Minggu (19/02/2023).
Hal tersebut menyusul statement pemerintah pusat yang mengatakan bahwa karena alasan stoknya minimal 1,2 juta, kemarin pada level enam ratus ribu ton yang bersamaan dengan para petani di Indonesia sedang memasuki musim panen.
Salah satu petani Kabupaten Blora, Sardji (54) menolak atas wacana pemerintah pusat yang hendak impor beras.
“Lantas, apa gunanya petani ?,” ucapnya terheran.

Petani asal Dukuh Gusten, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora tersebut merasakan bahwa perjuangan petani lokal sangat tidak dihargai.
“Ibaratnya seperti dianggap sepele, petani-petani Indonesia ini,” keluh Sardji.
Ia menceritakan perjuangannya selama menanam padi yang selalu merugi tatkala memasuki musim tanam maupun panen. Petani harus mengeluarkan banyak ongkos ketika hendak menanam padi, namun ketika panen mereka mengeluhkan harga padi yang tidak sesuai.
“Seharusnya pemerintah itu memikirkan lebih pada petani. Termasuk saat panen, harga dimainkan tengkulak,” katanya
Terakhir, Sardji meminta kepada pemerintah maupun pihak Bulog agar terjun langsung ketika memasuki musim panen raya tahun ini.
“Jangan hanya katanya-katanya, tetapi juga harus ikut turun melihat kondisi di bawah, terutama harga gabah. Ini masuk musim panen, mosok harga dipermainkan terus,” tutupnya. (Tim Liputan Prokompim Blora – Yokanan)
