Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kominfo Provinsi Jateng Gelar Bimtek SP4N-LAPOR dan LaporGub

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) dan LaporGub di Hotel Santika Pekalongan, Rabu (22/2/2023).

Bimtek dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Jateng, Riena Retnaningrum, SH menghadirkan Narasumber Iswahyudi, S.Kom., M.Kom dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kementerian PAN-RB). Turut hadir dalam acara tersebut  Kepala Bidang e-Government Alfian Afan

Adapun peserta yang mengikuti Bimtek  Petugas yang menangani SP4N-LAPOR dan LaporGub dari 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Jawa Tengah serta Petugas dari Dinas Kominfo di 35 Kabupaten/Kota se Jateng

Kegiatan diselenggarakan dengan tujuan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik serta untuk Mengelola Pengaduan dari Masyarakat secara sederhana, Cepat, Tepat, Tuntas dan Terkoordinasi dengan baik.

Dalam Pembukaan Kepala Diskominfo Prov. Jateng, Riena Retnaningrum mengungkapkan, semua Pelayanan Masyarakat adalah yang utama. Aduan yang masuk melalui LaporGub maupun Media Sosial harus segera direspon dan ditindaklanjuti.

“Semua Pelayanan Masyarakat adalah yang utama. Bahkan kami seluruh Pimpinan OPD juga diwajibkan untuk siap, agar aduan masyarakat yang terkait dengan tusi masing-masing OPD dapat direspon 1×24 jam. Harus ada tindak lanjutnya. Ini tidak serta merta melalui LaporGub, di media sosial-pun kami membuka Akses Aduan Masyarakat,” Ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Riena Retnaningrum meminta kepada Kementerian PAN-RB agar seluruh Aplikasi terkait Aduan Masyarakat seperti LaporGub dan Aplikasi di Kabupaten/Kota dapat terintegrasi dan terhubung langsung ke SP4N-LAPOR. Dengan hal tersebut, diharapkan seluruh aduan yang masuk agar dapat direspon secepatnya dan laporan Statistik Grafik tidak terpecah.

“Dalam kesempatan ini saya menodong ke Kementerian PAN-RB bagaimana caranya seluruh Aplikasi yang terhubung dengan Aduan Masyarakat seperti Aplikasi LaporGub dan Aplikasi yang ada di Kabupaten/Kota itu dapat terintegrasi sehingga mengeklik LaporGub langsung terhubung ke SP4N-LAPOR. Hal-hal teknis sudah kita dukung dengan Kementerian PAN-RB agar ada Sinergi, Konsolidasi Data. Sehingga tidak ada pecah belah laporan Statistik Grafik yang ada di kami,”  Lanjutnya.

Dalam paparannya Iswahyudi menjelaskan, beberapa manfaat yang didapat Instansi mengenai Pengelolaan Pengaduan. Diantaranya, masukan dari masyarakat, memiliki kesempatan melakukan perbaikan, memiliki kesempatan memberikan Penjelasan dan Pertengkaran, meningkatkan Kepuasan, serta membangun Citra Positif di Mata Masyarakat.

Uswahyudi lebih lanjut menyatakan beberapa Aspek yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan Pengelolaan Pengaduan yang baik, seperti Kebijakan dan Kelembagaan, Pengelola SDM, Data dan Aplikasi, Partisipasi Pemangku Kepentingan, serta Koordinasi dan Monev.

“Ada beberapa Aspek yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan Pengelolaan Pengaduan yang baik, diantaranya Kebijakan dan Kelembagaan yang meliputi Regulasi, Pendukung Dokumen, Fasilitas, SDM Pengelola yang meliputi jumlah, Kualitas dan Pengembangan, Data dan Aplikasi, Partisipasi Pemangku Kepentingan Internal maupun Eksternal, Koordinasi dan Monev ,” Paparnya.

Di Kabupaten Sragen sendiri, menurut Data yang didapat dari Kemenpan RB terhitung 1 Januari 2022 – 20 Februari 2023, ada 58 aduan yang masuk SP4N-LAPOR, 52 aduan selesai dan 6 sedang Proses. Artinya sebesar 89,7 % Aduan yang sudah ditindaklanjuti. Dan per 22 Februari 2023 semua Aduan sudah selesai serta sudah memiliki Rencana Aksi Pengelolaan SP4N-LAPOR. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *