Diduga Belum Kantongi Ijin, Tempat Usaha Pemotongan Hewan Di Ngaringan Grobogan Diminta DLH Berhenti Aktifitas

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Rumah Usaha Pemotongan Hewan (UPH) milik AH (35) Warga Dusun Krajan Desa Trowolu RT 08 RW 02 Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan diduga belum mengantongi ijin dari dinas terkait, bahkan kegiatan yang dilakukan sudah kurang lebih hampir 3 tahun tersebut sempat menimbulkan keresahan di lingkungan warga setempat. Karena selalu menimbulkan bau yang tidak sedap serta diduga mencemari lingkungan rumah UPH tersebut tidak memenuhi standar persyaratan.

Warga sekitarpun sebelumnya sempat melakukan protes melalui Pemerintah Desa akan tetapi belum menemui titik temu bahkan terkesan pemilik UPH merasa apa yang dilakukannya sudah benar.

Karena menurutnya yang di lakukan adalah bentuk usaha hal tersebut disampaikan kepada awak media beberapa hari yang lalu di rumah AH, bahkan dirinya menyampaikan bahwa hal ini hanya dibesar besarkan saja dan ada oknum yang tidak suka dengan usahanya serta memperkeruh “Ya kalau di bilang mencemari disini banyak yang memelihara ternak sapi apakah itu juga termasuk pencemaran” . ungkap AH.

Sedangkan protes yang di lakukan warga lingkungan setempat yang ke dua kalinya kepada pemilik rumah pemotongan melalui pemerintah Desa agar AH segera menutup usahanya, atau pindah lokasi karena dianggap tidak berijin dan tidak memenuhi standar RPH, Jumat, (18/05/2023).

Awalnya dari pemilik usaha berjanji akan menutup usahanya dan akan berpindah dilokasi lain, hal tersebut tertera dalam pernyataan yang dibuat pemilik usaha pada bulan Januari 2022. Namun hingga saat ini usaha tersebut masih berjalan. Saat Kepala Desa Trowolu (Suyoto) ketika di konfirmasi awak media melalui telfon whatsshap membenarkan adanya salah satu warganya yang melakukan aktifitas usaha pemotongan hewan dan terkait warganya yang melakukan protespun juga di benarkan.

baca juga:  Soal Perpanjangan Pengerjaan Proyek, Jika Tidak Selesai, Kontrak Di Putus

Ia mengatakan Pemerintah Desa akan melakukan mediasi baik warga lingkungan juga pemilik usaha pada hari ini Senin 22/05/2023 di balai desa setempat.

Namun setelah ditunggu hampir tiga jam lamanya justru tidak ada mediasi padahal menurut keterangan Kades hari ini Senin kurang lebih pukul 13:00 WIB. Info lanjutnya mediasii akan dilaksanakan hari Rabu 24/05/2023 besok.

Salah satu warga Trowolu yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa rumah pemotongan hewan milik (AH) tersebut setahunya belum memiliki ijin resmi tetapi informasinya sudah memiliki ijin label halal dan juga kemungkinan termasuk juru sembelih juga belum bersertifikat artinya kepemilikan UPH tersebut masih diragukan bahkan pemilik UPH sempat mengatakan siapa yang berani menutup usahanya. Informasi yang ada yakni ada yang memback up entah benar atau salah.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan Agus Prastowo, SH., MH melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH Gunawan Widiyanto kepada media pada hari Selasa 23-05-2023 menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan peninjauan dan pengecekan langsung di lokasi UPH milik AH tersebut. Gunawan menyebut UPH tersebut memang -belum memiliki perizinan resmi serta tempat usaha di tengah pemukiman.

Menurut Pemilik usaha saat ini sudah tidak melakukan pemotongan hampir 6 bulan dan DLH meminta dan memberikan masukan agar Pelaku Usaha tidak melakukan kegiatan pemotongan di lokasi tersebut sebelum mengantongi ijin resmi serta persyaratan lainnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, jelas Gunawan

Untuk ke berimbangan berita ini masih banyak pihak-pihak yang harus di konfirmasi dan di klarifikasi. ( jkwi/sb.JMI)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *