Magelang-Insirasiline.com. Khitanan Sehat diikuti 25 anak, mengawali kegiatan Tabligh Akbar Muhammadiyah Boarding School Bandongan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Tabligh Akbar Bersama Muhammadiyah tersebut mengundang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah sebagai pembicara, di Masjid Ummu Kammal Bandongan, Minggu 2 Juli 2023.
Kegiatan Tabligh Akbar dilaksanakan dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan asrama putra, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bandongan Magelang.

Pada event tersebut juga digelar servis kendaraan gratis di bengkel SMK Muhamnadiyah Bandongan, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh jurusan farmasi SMK Muhammadiyah Bandongan, pameran UMKM sedikitnya 20 stand dan penampilan santri SMP Muhammadiyah Boarding School berupa hafidz dan drama Islami dan Khitanan massal untuk 25 anak.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Bandongan Syaifuddin Achmad mengatakan, masjid Ummu Kamal adalah masjid Muhammadiyah, yang harus tetap dipertahankan kemuhammadiyahannya agar tidak berubah afiliasi kepada paham yang lain.

Untuk itulah diselenggarakan Tabligh Akbar bersama Muhammadiyah dalam rangka membangun kaderisasi Muhammadiyah.
“Meskipun santri Muhammadiyah Boarding School (MBF) Bandongan baru 26 santri namun itu adalah salah satu upaya pengkaderan Muhammadiyah yang dilakukan di PCM Bandongan”, tandasnya.
Sementara itu Ketua PDM Kabupaten Magelang Muhammad Nasirudin menegaskan, ada 2 pilihan pandangan yang harus dipahami. Yaitu ada dua kata kunci gerakan yang maju dan gerakan yang dibantu. Artinya, ada 2 makna, maju karena dibantu atau dibantu karena maju. Maka Muhammadiyah memilih dibantu karena maju, karena harus punya visi maju dimulai dari dalam diri Muhammadiyah, sehingga maju duluan tercapai dan akan dibantu kemudian sebagai reward.

Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir lebih menekankan tentang Muhammadiyah berkemajuan. Sekolah jangan mengandalkan SPP, tetapi bagaimana mengembangkan amal usaha dibidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi aset yang produktif.
Dalam hal faham keagamaan, Tafsir menyampaikan 3 cara pendekatan memahami Al Qur’an dan Haditz, yaitu pahami secara Bayani, pahami secara burhani dan pahami secara irfani. Selain itu juga diharapkan warga Muhammadiyah memahami dan melaksanakan 10 kepribadian muhammadiyah dimana poin 9 adalah membantu pemerintah dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menjadi lingkungan hidup.
Di akhir acara, dilakukan penggalangan dan baik langsung mayn menggunakan formulir kesanggupan sebagai donatur pembangunan Muhammadiyah Boarding School Bandongan. Pada tahap ini terkumpul 100 juta rupiah termasuk dari PWM Jawa Tengah sebesar 10 juta rupiah. Sedangkan total biaya pembangunan asrama 3 lantai tersebut sebesar Rp. 2,55 Milyar. Pemasukan ampai saat Tabligh Akbar Rp. 296 juta, sehingga masih kekurangan Rp. 2.267.439.150. (Willis/bhp)
