Pemkab Sragen Dorong Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya meningkatkan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sragen.

Hal itu dibuktikan dengan adanya Kesepakatan Optimalisasi Program JKN di Kabupaten Sragen antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Menjalin dengan Program Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) untuk Mengoptimalkan Jaminan Kesehatan pada Warga Sragen. Harapannya 14 % warga yang belum tersentuh JKN bisa terakomodir.

Penandatanganan Addendum Program JKN di Sragen itu dilakukan oleh Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dr. Dyah Miryanti, MM., AAAK, di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (13/7/2023).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, dr. Dyah Miryanti MM., AAAK menyampaikan Kerjasama dengan Pemkab Sragen sudah lama terjalin. Namun dalam kesempatan ini ditambahkan melalui Addendum karena ada Program Pesiar yang Dinilai Efektif.

Pihaknya menjelaskan, selama ini ada kendala terkait Data Masyarakat bisa diselesaikan melalui Agen Pesiar. Kegiatan Pesiar dilakukan dengan cara Menyandingkan Data Kependudukan dengan Data Kepesertaan JKN.

Kemudian dilakukan Penyisiran Data tersebut dengan melibatkan peran RT dan Lurah/Kades sehingga Pemerintah Daerah Memiliki Bank Data Potensi Penduduk yang dapat didaftarkan ke Segmentasi yang sesuai.

“Jadi dipilah setelah terdata, siapa saja yang belum masuk JKN. Dipilah, jika Termasuk Warga Miskin didaftarkan oleh Dinas Sosial, atau Pegawai suatu Perusahaan yang belum mendaftarkan juga dilaporkan ke kita. Atau yang belum terdaftar sama sekali meskipun dinilai mampu. Lha ini sesuai segmentasi,” Ungkap Dyah Miryanti menjelaskan

Dia menyampaikan Filosofi dari Program ini, yakni jangan sampai ada Masyarakat yang tidak Memiliki Perlindungan Jaminan Kesehatan. Lantas di Sragen sudah ada 86 % Warga yang sudah Memiliki Jaminan Kesehatan.

“Masih ada Penduduk yang dipilah lagi oleh Agen Pesiar. Karena ada yang harus diupdate lagi, seperti misalnya Meninggal, dan sebagainya,” Lanjutnya.

Dyah Miryanti  menjelaskan untuk Desa yang menjadi Pilot Project yakni Desa Bonagung, Kecamatan Tanon. Kedepan langkah yang dilakukan Desa Bonagung menjadi Percontohan bagi Desa lain.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati  menjelaskan pada Intinya semua Pihak didorong membantu agar terwujud Universal Health Coverage (UHC) tercapai. Dalam mewujudkannya membutuhkan Gotong Royong semua pihak.

“UHC kita sudah Naik 2,45 % sejak Januari, sekarang Total ada 86,18 %,” Ungkapnya.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui dalam meningkatkan UHC ini bukan hal yang mudah. Dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sragen sudah membantu membiayai 64.982 Jiwa untuk JKN. Pihaknya menyediakan lebih dari Rp 2 Miliar Per Bulan, dalam Setahun Sekitar Rp 30 Miliar.

“Saya diminta BPJS Kesehatan semua pihak agar turut berperan membantu meningkatkan UHC,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menguraikan

Lebih lanjut Yuni sapaan akrab Bupati Sragen Menjelaskan Anggaran Sekitar Rp 30 Miliar sebenarnya belum terpakai semua. Karena untuk mencari Warga yang belum JKN tidak mudah. Sehingga dilaksanakan Program Pesiar oleh BPJS Kesehatan.

“Maka Progam ini langsung dari RT sampai Kades, bisa membantu. Dan kita siapkan Program Desa Tuntas Kemiskinan (Tumis) sudah UHC,” Ungkapnya. ( Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *